Indonesia-UAE Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Permudah Birokrasi
Menlu RI tegaskan komitmen kerja sama erat dengan Uni Emirat Arab (UAE), berupaya permudah birokrasi dan hambatan bisnis demi pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Jakarta, 30 Januari 2024 - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menekankan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UAE). Fokus utama adalah mempermudah proses kerja sama, khususnya dalam sektor bisnis dan perdagangan. Pernyataan ini disampaikan dalam Indonesia-UAE 3rd Roundtable Discussion di Jakarta.
Dalam forum tersebut, Menlu Retno Marsudi menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menghapus hambatan birokrasi yang menghambat kerja sama ekonomi kedua negara. "Presiden Jokowi telah menginstruksikan pemerintah untuk memfasilitasi kerja sama ini, yang berarti menghilangkan hambatan dan rintangan," tegas Menlu Retno, mengulang pernyataan Presiden.
Salah satu fokus utama Indonesia adalah pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Untuk mencapai target ambisius ini, pemerintah Indonesia menyadari pentingnya tata kelola yang baik, baik di sektor pemerintahan maupun bisnis. Hal ini mencakup menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif dan sistem pendukung yang efisien.
Lebih lanjut, Menlu Retno menambahkan, "Kita perlu membangun sistem yang mendukung lembaga-lembaga pemerintah Indonesia untuk menjalankan semua kesepakatan dan rencana yang telah disepakati bersama UAE." Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memastikan implementasi kerja sama berjalan lancar dan efektif.
Kerja sama bilateral Indonesia-UAE saat ini berfokus pada beberapa sektor prioritas pemerintah Indonesia, termasuk energi terbarukan, ketahanan pangan, hilirisasi industri, dan industri pertahanan. Kerja sama di bidang-bidang ini dinilai sangat potensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Baik Indonesia maupun UAE sepakat untuk mempercepat implementasi berbagai program yang telah disepakati. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara. Komitmen bersama ini menjadi kunci keberhasilan kerja sama bilateral ke depannya.
Indonesia-UAE 3rd Roundtable Discussion dihadiri delegasi besar dari UAE, berjumlah 48 orang, yang terdiri dari kalangan pemerintah dan bisnis. Sementara itu, delegasi Indonesia melibatkan Wakil Menteri BUMN, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Badan Pangan Nasional, serta perwakilan dari beberapa BUMN strategis seperti Pertamina, PLN, Inalum, PT DI, Pindad, PAL, LEN Railway Systems, InJourney, Infoglobal, SinarMas, dan KADIN Indonesia.
Partisipasi berbagai pihak dari Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendorong kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan dengan UAE. Kerja sama ini diharapkan mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.