Kadin Dukung Strategi Pemerintah Hadapi Tarif Timbal Balik AS
Kadin Indonesia mendukung langkah strategis pemerintah dalam menghadapi tarif timbal balik AS dan mendorong negosiasi intensif dengan pemerintah Amerika Serikat untuk mengurangi dampak negatifnya bagi perekonomian Indonesia.

Jakarta, 05 April (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah strategis pemerintah dalam merespons tarif timbal balik yang diterapkan Amerika Serikat (AS) dan upaya negosiasi yang dilakukan dengan pemerintah AS. Hal ini disampaikan menyusul penerapan kebijakan tarif timbal balik oleh AS yang berpotensi berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
Ketua Kadin, Anindya Novyan Bakrie, pada Jumat lalu menyatakan, "Kadin mendukung keputusan pemerintah untuk mempersiapkan berbagai langkah strategis dalam menghadapi tarif timbal balik AS dan untuk bernegosiasi dengan pemerintah AS." Pernyataan ini menegaskan komitmen Kadin untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Bakrie menekankan pentingnya komunikasi yang kuat dengan pemerintah AS di berbagai tingkatan. Pengiriman delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk negosiasi, menurutnya, merupakan langkah tepat. Hal ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mencari solusi atas permasalahan tarif timbal balik ini.
Dukungan Kadin terhadap Negosiasi Indonesia-AS
AS merupakan mitra bisnis strategis bagi Indonesia, hal ini terlihat dari neraca perdagangan dan investasi antara kedua negara. Bakrie optimistis Indonesia mampu bernegosiasi dengan AS, salah satunya karena posisi geopolitik dan geoekonomi Indonesia yang strategis. "Saya percaya kita dapat bernegosiasi dengan AS, antara lain karena posisi geopolitik dan geo-ekonomi Indonesia. Saya melihat pernyataan Presiden Trump sebagai pernyataan pembuka, artinya pintu untuk negosiasi masih terbuka," ujar Bakrie.
Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis di kawasan Pasifik. Selain menjadi bagian dari kekuatan ekonomi ASEAN, Indonesia juga merupakan anggota kunci APEC. Keanggotaan di organisasi internasional ini memberikan Indonesia pengaruh dan leverage dalam negosiasi perdagangan internasional.
Lebih lanjut, Bakrie menambahkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan pemimpin di antara negara-negara non-blok, tentu menjadi pertimbangan bagi AS. Hal ini dapat menjadi modal Indonesia dalam negosiasi dengan AS.
Kadin juga menekankan perlunya penunjukan seorang utusan khusus Indonesia untuk AS guna meningkatkan komunikasi bilateral. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat hubungan dan memperlancar negosiasi antara kedua negara.
Langkah Antisipatif Kadin
Pada kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke AS pada November 2024, Kadin Indonesia telah bertemu dengan US Chamber of Commerce untuk mengantisipasi perubahan kebijakan ekonomi Presiden Trump. Pertemuan ini menunjukkan kesiapan Kadin dalam menghadapi berbagai kemungkinan skenario.
Bakrie mengungkapkan, "Pada awal Mei, dalam koordinasi dengan pemerintah, Kadin Indonesia berencana pergi ke AS untuk menindaklanjuti kerja sama dengan US Chamber of Commerce dan menghadiri beberapa konferensi bisnis atau ekonomi untuk merespons perkembangan terbaru." Langkah ini menunjukkan komitmen Kadin untuk secara aktif terlibat dalam upaya mengatasi dampak tarif timbal balik AS.
Secara keseluruhan, Kadin Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam menghadapi tarif timbal balik AS. Kadin juga berperan aktif dalam melakukan berbagai langkah strategis, termasuk negosiasi dan diplomasi ekonomi, untuk meminimalkan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini.