Karyawan Sritex Resmi Berhenti Kerja Mulai Maret, Disnaker Sukoharjo Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi
Disnaker Sukoharjo memastikan hak-hak karyawan Sritex seperti JHT, JKP, dan pesangon terpenuhi meskipun perusahaan telah resmi memberhentikan karyawan mulai Maret 2024 setelah dinyatakan pailit.

Sukoharjo, 27 Februari 2024 - Kabar mengejutkan datang dari PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Sukoharjo memastikan bahwa seluruh karyawan Sritex resmi berhenti bekerja mulai 1 Maret 2024. Keputusan ini menyusul putusan pailit yang dikeluarkan oleh Pengadilan Niaga Semarang. Proses pemberhentian karyawan telah diputuskan pada tanggal 26 Februari 2024, meskipun para pekerja masih menjalankan tugas hingga 28 Februari 2024.
Kepala Disperinaker Kabupaten Sukoharjo, Sumarno, menjelaskan bahwa "Intinya PHK dan telah diputuskan tanggal 26 Februari. Off-nya mulai tanggal 1 Maret." Pihak Disnaker telah sejak awal menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak karyawan, termasuk jaminan hari tua (JHT), jaminan kehilangan pekerjaan (JKP), dan pesangon. Sumarno memberikan jaminan, "Kalau jaminan hari tua, jaminan kehilangan pekerjaan, dan pensiun itu ada di BPJS Ketenagakerjaan, insya Allah aman." Hal ini didasarkan pada catatan pembayaran premi perusahaan yang selama ini tertib, meskipun premi bulan Februari 2024 belum terdaftar.
Situasi ini menimbulkan kepastian bagi para karyawan Sritex yang terdampak PHK. Proses pengisian surat pemutusan hubungan kerja (PHK) telah dimulai, dan para karyawan juga tengah melengkapi persyaratan untuk mencairkan JHT. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pencairan dana JHT sehingga para pekerja dapat segera memperoleh haknya.
Pemenuhan Hak Karyawan Sritex
Disperinaker Sukoharjo memastikan akan mengawasi proses pemenuhan hak-hak karyawan Sritex. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh pekerja mendapatkan haknya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi hak-hak pekerja di tengah situasi sulit yang dihadapi perusahaan.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Sritex, Widada, menjelaskan bahwa para karyawan saat ini sedang fokus pada pengurusan administrasi PHK dan pencairan JHT. "Itu tadi pada ngisi sebagian. Kalau di-PHK kan ada suratnya. Jadi JHT supaya segera cair," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa para pekerja telah mempersiapkan diri menghadapi dampak PHK dan berupaya untuk mendapatkan hak-haknya secepat mungkin.
Proses pengurusan administrasi ini diharapkan dapat berjalan lancar dan cepat sehingga para karyawan dapat segera mendapatkan kepastian finansial. Peran Disperinaker Sukoharjo dalam mengawasi dan memastikan proses ini berjalan sesuai aturan sangatlah penting untuk melindungi kepentingan para pekerja.
Langkah-langkah Antisipasi Disnaker
Disnaker Sukoharjo telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan hak-hak karyawan Sritex terpenuhi. Selain mengawasi proses administrasi PHK dan pencairan JHT, Disnaker juga berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan kelancaran proses pencairan dana JHT, JKP, dan pesangon. Koordinasi ini bertujuan untuk meminimalisir kendala dan memastikan setiap karyawan menerima haknya secara tepat waktu.
Selain itu, Disperinaker juga membuka layanan konsultasi bagi para karyawan Sritex yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait hak-hak mereka. Layanan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan membantu para karyawan dalam mengurus administrasi PHK dan pencairan dana. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Disnaker Sukoharjo dalam melindungi dan memberikan dukungan kepada para pekerja yang terdampak PHK.
Dengan adanya jaminan dari Disnaker Sukoharjo dan BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan para karyawan Sritex dapat menghadapi masa transisi pasca PHK dengan lebih tenang dan terencana. Proses ini menjadi contoh penting bagi perusahaan lain dalam menghadapi situasi serupa untuk senantiasa memprioritaskan pemenuhan hak-hak karyawan.
Meskipun perusahaan telah dinyatakan pailit dan karyawan resmi berhenti bekerja, Disnaker Sukoharjo memastikan proses transisi ini berjalan dengan tertib dan adil bagi seluruh pekerja yang terdampak. Komitmen ini menunjukkan pentingnya perlindungan pekerja di tengah dinamika dunia industri.
Kesimpulan
Penutupan PT Sritex dan PHK massal yang terjadi memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya perlindungan pekerja dan kepastian hukum dalam dunia industri. Peran aktif Disnaker Sukoharjo dalam memastikan pemenuhan hak-hak karyawan menjadi contoh baik dalam menghadapi situasi serupa di masa mendatang. Semoga proses pencairan dana JHT, JKP, dan pesangon dapat berjalan lancar dan memberikan ketenangan bagi para karyawan yang terdampak.