Kemendukbangga dan ANTARA Jalin Kolaborasi Masifkan Pemberitaan Kependudukan
Kementerian PP dan KB berkolaborasi dengan ANTARA untuk meningkatkan pemberitaan isu kependudukan dan pembangunan keluarga melalui berbagai program unggulan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemendukbangga) dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA resmi menjalin kolaborasi untuk memasifkan pemberitaan mengenai isu kependudukan. Kolaborasi ini diinisiasi untuk meningkatkan jangkauan informasi program-program penting yang berkaitan dengan keluarga dan penduduk Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Isyana Bagoes Oka, dalam sebuah lokakarya peningkatan kapasitas ASN di Kantor Kemendukbangga/BKKBN.
Isyana menekankan pentingnya peran media dalam menyebarluaskan informasi terkait program-program Kemendukbangga. Ia mengungkapkan bahwa banyak program unggulan yang belum tersampaikan secara luas kepada masyarakat. "Apa yang dilakukan oleh Kemendukbangga/BKKBN selama ini kan luar biasa banyak, tapi apa yang terdengar di media? Kita ingin mencari cara supaya BKKBN bisa kita kembalikan seperti dulu," ujarnya. Menurutnya, kolaborasi dengan ANTARA diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan visibilitas program-program tersebut.
Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah optimalisasi penggunaan media sosial. Isyana mencontohkan penggunaan tagar #kaburajadulu sebagai strategi untuk meningkatkan engagement publik. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan konten media sosial yang menarik dan informatif, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memasifkan program pemerintah melalui media sosial. "Pak Presiden juga arahannya jelas, kita harus hadir dan melayani masyarakat. Bagaimana caranya? Masing-masing direktorat punya caranya masing-masing, cara yang paling mudah adalah riding the wave," tuturnya.
Program Unggulan Kemendukbangga
Kemendukbangga/BKKBN memiliki lima program percepatan atau 'quick wins' yang menjadi fokus utama dalam kolaborasi ini. Program-program tersebut antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps 'Keluarga Indonesia'. Masing-masing program memiliki tujuan spesifik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan penduduk Indonesia.
Program Genting, misalnya, fokus pada pencegahan stunting melalui peran aktif orang tua asuh. Sementara Tamasya bertujuan untuk memberikan layanan pengasuhan anak yang berkualitas. GATI mendorong peran ayah dalam keluarga, sementara program Lansia Berdaya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Super Apps 'Keluarga Indonesia' merupakan platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan terkait keluarga.
Kolaborasi dengan ANTARA diharapkan dapat membantu mempromosikan program-program ini secara efektif kepada masyarakat luas. Dengan demikian, diharapkan akan terjadi peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program-program tersebut.
Peningkatan Kapasitas ASN
Lokakarya peningkatan kapasitas ASN yang diselenggarakan selama empat hari merupakan bagian penting dari kolaborasi ini. Lokakarya tersebut memberikan pelatihan kepada para ASN Kemendukbangga mengenai manajemen isu, teknik penulisan berita dan rilis, dasar fotografi dan videografi, serta penyuntingan. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para ASN dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghasilkan konten yang berkualitas dan menarik.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para ASN Kemendukbangga dapat lebih efektif dalam mengkomunikasikan program-program kementerian kepada publik. Keterampilan dalam menulis berita, membuat rilis, dan mengelola media sosial akan sangat membantu dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas.
Kolaborasi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-kementerian dan lembaga. Isyana menjelaskan bahwa isu kependudukan dan pembangunan keluarga sangat kompleks dan membutuhkan kerja sama antar-stakeholder. Oleh karena itu, kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada Kemendukbangga dan ANTARA, tetapi juga akan melibatkan berbagai pihak terkait.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pemberitaan mengenai isu kependudukan dan pembangunan keluarga akan semakin meningkat, sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap upaya peningkatan kesejahteraan keluarga dan penduduk Indonesia.
Melalui peningkatan kapasitas ASN dan kolaborasi strategis dengan media, Kemendukbangga optimis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan meningkatkan dampak positif dari program-programnya. Hal ini sejalan dengan visi Kemendukbangga untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas dan sejahtera.