Kerja Sama Indonesia-China: Fokus Kesejahteraan Rakyat
Kerja sama Indonesia-China memasuki babak baru dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat, memanfaatkan pengalaman dan sumber daya kedua negara untuk mencapai tujuan bersama.

Presiden Prabowo Subianto, sejak dilantik, telah memprioritaskan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal ini terlihat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai 71 triliun rupiah yang menargetkan 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan anak-anak. Program ini menjadi bagian dari rencana 'Quick Win' pemerintah yang juga mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan produksi pangan.
Visi ini sejalan dengan prioritas pembangunan di China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, yang juga menekankan pentingnya kesejahteraan rakyat. Kesepahaman filosofis ini menjadi landasan kuat bagi peningkatan kerja sama bilateral.
Kerja sama ekonomi Indonesia-China telah berkembang pesat. Nilai perdagangan bilateral mencapai 139,42 miliar dolar AS pada 2023, dan banyak perusahaan China berinvestasi di Indonesia. Proyek infrastruktur seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang telah melayani 4,2 juta penumpang dalam 10 bulan sejak beroperasi Oktober 2023, menjadi bukti nyata kerja sama ini.
Kunjungan Presiden Prabowo ke China awal November lalu menghasilkan pernyataan bersama yang menekankan kerja sama dalam peningkatan kesejahteraan. Program MBG Indonesia mendapat apresiasi dari China, yang juga mengakui upaya Indonesia dalam mencapai swasembada pangan dan energi. Kedua negara sepakat untuk fokus pada pengentasan kemiskinan, sebuah isu yang menjadi prioritas bersama.
Pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama kerja sama. Indonesia, meski telah mencapai angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah, masih berupaya mencapai target pemerintah 6,5-7,5 persen pada 2024. China, dengan pengalaman sukses mengentaskan 98,99 juta penduduk pedesaan dari kemiskinan pada 2020, menawarkan model pembangunan berkelanjutan yang menekankan pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar pemberian subsidi langsung.
Kolaborasi pendidikan dan pembangunan pedesaan menjadi kunci. Contoh keberhasilan individu Indonesia yang meningkatkan pendapatan melalui pelatihan dari mentor China menunjukkan potensi besar kerja sama ini. Indonesia dan China sepakat untuk saling belajar, dengan Indonesia berbagi pengalaman dalam pengelolaan komunitas dan pelestarian budaya, sementara China memberikan keahlian dalam pembangunan pedesaan dan manajemen perkotaan.
Kerja sama antar kota, seperti program pertukaran bahasa daring antara Surabaya dan Guangzhou, membuka peluang lebih luas untuk berbagi praktik terbaik. Menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik, Indonesia dan China berkomitmen untuk membangun masa depan bersama yang lebih cerah dan saling terhubung, dengan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama. Semangat gotong royong akan menjadi penggerak utama kerja sama ini.