Khofifah Apresiasi 1000 Seniman dan 148 Juru Pelihara Cagar Budaya Jatim
Gubernur Khofifah memberikan apresiasi dan tunjangan kepada 1000 seniman dan 148 juru pelihara cagar budaya Jawa Timur, mendorong pelestarian budaya dan peningkatan pariwisata.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi berupa uang tunai dan sembako kepada 1.000 seniman dan tunjangan kehormatan serta sembako kepada 148 juru pelihara cagar budaya di Jawa Timur. Penyerahan apresiasi ini dilakukan di Surabaya pada Kamis, 27 Maret. Langkah ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam melestarikan warisan budaya Jawa Timur, khususnya mengingat pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai sejarah dan kebudayaan daerah.
Khofifah menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi luar biasa para seniman dan juru pelihara cagar budaya. Ia bahkan mencatat adanya juru pelihara yang masih berusia 19 tahun, menunjukkan komitmen generasi muda dalam pelestarian budaya. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka dalam menjaga warisan budaya Jawa Timur yang berharga.
Setiap seniman menerima uang tunai Rp500.000 dan paket sembako, sementara juru pelihara cagar budaya mendapatkan tunjangan kehormatan sebesar Rp1.650.000 dan paket sembako. Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus berkarya dan menjaga kelestarian budaya Jawa Timur.
Apresiasi Seni dan Budaya Jawa Timur
Selain memberikan apresiasi, Gubernur Khofifah juga mengajak para seniman untuk berperan aktif dalam mempromosikan seni dan budaya Jawa Timur ke tingkat nasional maupun internasional. Beliau menekankan pentingnya seni dan budaya sebagai jati diri bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Khofifah melihat potensi besar dalam pengembangan pariwisata Jawa Timur dengan memadukan atraksi seni budaya.
Sebagai contoh, Khofifah menyinggung kawasan wisata Gunung Bromo yang populer, namun masih membutuhkan lebih banyak produk budaya untuk menarik wisatawan dan memperpanjang durasi kunjungan mereka. Dengan adanya atraksi budaya yang menarik, diharapkan wisatawan dapat menghabiskan waktu lebih lama di Jawa Timur, bukan hanya satu hari, tetapi minimal dua hari.
Upaya ini, menurut Khofifah, juga menjadi sarana untuk memperkenalkan peradaban Majapahit ke dunia internasional. Nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika dan semangat Nusantara yang diwariskan oleh peradaban Majapahit perlu dipromosikan melalui seni dan budaya agar dunia dapat lebih mengenal kekayaan peradaban Indonesia.
"Peradaban Majapahit mengajarkan Bhineka Tunggal Ika dan Nusantara, yang berarti persatuan dalam harmoni. Mari kita sampaikan nilai-nilai ke-Indonesiaan melalui seni dan budaya agar dunia dapat mengenal lebih jauh peradaban kita," kata Khofifah.
Respon Positif dari Seniman
Joko Susilo, perwakilan seniman, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi terhadap pekerja seni. Ia merasa bangga dan bahagia atas apresiasi yang diberikan, terutama karena program ini telah menjadi agenda tahunan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung dan menghargai karya para seniman.
Selain apresiasi kepada seniman dan juru pelihara cagar budaya, Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada empat desa wisata berprestasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024. Pemberian penghargaan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan potensi wisata di Jawa Timur.
Sebagai tambahan, Pemprov Jatim juga menyerahkan Buku Kalender Even kepada pelaku usaha pariwisata dan voucher wisata Atlantisland Kenpark Surabaya kepada santri dan santriwati pondok pesantren. Langkah ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata dan pendidikan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melestarikan seni dan budaya, serta mengembangkan sektor pariwisata dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk seniman, juru pelihara cagar budaya, dan pelaku usaha pariwisata. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah dan memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Timur kepada dunia.