Kodam Udayana Bantah Kerja Sama dengan Unud sebagai Militerisasi Kampus
Kodam Udayana menegaskan kerja sama dengan Universitas Udayana fokus pada pembinaan wawasan kebangsaan, bukan militerisasi kampus, dan menjamin kebebasan akademik tetap terjaga.

Denpasar, 2 April 2024 - Polemik terkait kerja sama antara Kodam IX/Udayana dan Universitas Udayana (Unud) yang menuai kekhawatiran akan adanya militerisasi kampus, akhirnya mendapat klarifikasi resmi. Komando Daerah Militer IX/Udayana menegaskan bahwa kerja sama tersebut semata-mata berfokus pada penguatan wawasan kebangsaan dan karakter mahasiswa, bukan intervensi militer terhadap kegiatan kampus.
Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Infanteri Agung Udayana, memberikan penjelasan di Denpasar pada Rabu lalu. Ia menekankan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan TNI pada tahun 2023. Rektor Unud, Prof. Ir. I Ketut Suarsana, turut mendukung inisiatif ini dengan menekankan fokus pada penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan program edukatif yang partisipatif.
Klarifikasi ini disampaikan sebagai tanggapan atas viralnya naskah MoU antara Unud dan Kodam IX/Udayana yang menimbulkan kontroversi di kalangan mahasiswa dan publik. Naskah tersebut menyebutkan kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Kekhawatiran akan militerisasi kampus dan potensi ancaman terhadap kebebasan akademik menjadi sorotan utama.
Kerja Sama Edukatif, Bukan Militerisasi
Kolonel Agung Udayana dengan tegas membantah tudingan militerisasi kampus. Ia menyatakan bahwa seluruh kegiatan yang tercakup dalam kerja sama ini murni bersifat edukatif dan sepenuhnya berpedoman pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Ini adalah upaya positif untuk memajukan pendidikan, bukan sebagai ancaman," tegasnya. Ia menambahkan bahwa independensi akademik tetap dijamin dan tidak ada agenda militerisasi dalam kerja sama ini.
Program-program yang akan dijalankan meliputi pelatihan bela negara non-militeristik, kuliah umum kebangsaan, dan pengabdian masyarakat. Tujuannya adalah untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan kedisiplinan mahasiswa. Semua proses akan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan tidak akan mengganggu aktivitas akademik di kampus.
Kolonel Agung memahami kekhawatiran yang muncul dari kalangan mahasiswa. "Kami memahami kekhawatiran mahasiswa, tetapi kami tegaskan TNI hadir sebagai mitra, bukan untuk mendominasi," katanya. Ia berharap polemik ini dapat diselesaikan melalui komunikasi yang konstruktif.
Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Lain
Kodam IX/Udayana bukanlah satu-satunya institusi TNI yang menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Kerja sama serupa telah terjalin dengan beberapa universitas ternama di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta, dan Universitas Negeri Malang. Kerja sama ini umumnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan.
Kolonel Agung berharap kerja sama ini dapat dilihat sebagai upaya positif untuk memajukan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan dunia pendidikan untuk membangun bangsa yang kuat dan cerdas.
Dengan adanya penjelasan ini, Kodam IX/Udayana berharap polemik dapat diatasi melalui komunikasi yang konstruktif. Pihaknya berharap sinergi antara TNI dan dunia pendidikan dapat memberikan manfaat bagi seluruh civitas akademika.
Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui program-program edukatif yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kebebasan akademik dan netralitas kampus tetap menjadi prioritas utama.