Unud Buka Dialog dengan Mahasiswa Terkait Kerja Sama dengan TNI
Universitas Udayana (Unud) membuka ruang dialog dengan mahasiswa terkait kerja sama dengan TNI, merespon dinamika publik dan memastikan transparansi kebijakan kampus.

Universitas Udayana (Unud) di Bali menggelar dialog terbuka dengan mahasiswa terkait kerja sama yang dilakukan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana. Dialog ini dijadwalkan pada Selasa, 8 April 2024 pukul 14.00 WITA di Gedung Widya Saba Kampus Jimbaran, Kabupaten Badung. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap diskusi publik yang berkembang mengenai kerja sama tersebut. Rektor Unud, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, menegaskan pentingnya mendengarkan suara mahasiswa dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam setiap kebijakan kampus.
Dialog ini bertujuan untuk menciptakan pemahaman bersama antara pihak universitas dan mahasiswa mengenai kerja sama tersebut. Pihak Unud menekankan bahwa tujuan utama kerja sama dengan Kodam IX/Udayana adalah untuk memperkuat pendidikan karakter dan bela negara mahasiswa, meningkatkan kedisiplinan, serta memperluas wawasan kebangsaan. Rektor Sudarsana menambahkan bahwa semua program kerja sama bersifat edukatif, terbuka, dan partisipatif. Hal ini disampaikan sebagai jawaban atas kekhawatiran yang berkembang di kalangan mahasiswa.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai kegiatan, termasuk kuliah umum dari tokoh TNI tentang kebangsaan, pelatihan bela negara non-militeristik, program pengabdian masyarakat bersama di bidang ketahanan pangan dan teknologi tepat guna, serta peningkatan kapasitas SDM prajurit aktif melalui akses program pendidikan S1, S2, dan S3 di Unud. Universitas berharap dialog ini dapat menjernihkan berbagai isu dan menjawab pertanyaan mahasiswa terkait program kerja sama ini.
Menjawab Dinamika Publik dan Aspirasi Mahasiswa
Dialog terbuka ini merupakan langkah proaktif Unud untuk merespon dinamika publik dan aspirasi mahasiswa terkait kerja sama dengan TNI. Rektor Unud menekankan bahwa kampus bukan menara gading dan berkomitmen untuk menjalankan kebijakan dengan transparan dan akuntabel. Dengan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unud, diharapkan dialog ini dapat berjalan efektif dan representatif bagi seluruh mahasiswa.
Pihak universitas berharap dialog ini dapat menjadi wadah untuk bertukar informasi dan perspektif. Mahasiswa dapat menyampaikan kritik, saran, dan masukan secara langsung kepada pimpinan universitas. Hal ini diharapkan dapat membangun pemahaman bersama dan menyamakan persepsi mengenai kerja sama tersebut.
Selain pimpinan universitas dan perwakilan BEM Unud, dialog ini juga akan dihadiri oleh undangan sivitas akademika. Kehadiran berbagai pihak diharapkan dapat memperkaya diskusi dan menghasilkan kesimpulan yang komprehensif.
Klarifikasi dari Kodam IX/Udayana
Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana (Kapendam), Kolonel Infanteri Agung Udayana, memberikan klarifikasi terkait kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini bukanlah bentuk militerisme atau intervensi terhadap kegiatan kampus, melainkan fokus pada pembinaan wawasan kebangsaan. Kapendam menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari MoU Kemendikbudristek dengan TNI pada tahun 2023, yang menekankan penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan program edukatif yang partisipatif.
Kapendam juga menekankan bahwa seluruh kegiatan dalam kerja sama ini murni bersifat edukatif dan tetap berpegang pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia memastikan bahwa kerja sama ini tidak akan mengganggu independensi akademik dan tidak ada agenda militerisasi. Klarifikasi ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran dan memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada publik.
Dengan adanya dialog terbuka ini, diharapkan dapat tercipta pemahaman yang lebih baik antara Unud, mahasiswa, dan Kodam IX/Udayana. Transparansi dan komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam menjaga hubungan yang harmonis antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pemerintah.
Universitas Udayana berkomitmen untuk terus menjaga independensi akademik dan kebebasan berekspresi bagi mahasiswanya. Dialog ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut.