Libur Sekolah di Lombok Tengah untuk Tradisi Bau Nyale
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah meliburkan siswa TK, SD, dan SMP pada 19 Februari 2024 untuk berpartisipasi dalam tradisi Bau Nyale, menangkap cacing laut di Pantai Seger dan sekitarnya.

Lombok Tengah, NTB, 18 Februari 2024 – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memberikan libur sekolah bagi siswa Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada puncak tradisi Bau Nyale. Tradisi unik menangkap cacing laut ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 19 Februari 2024 di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Libur untuk Melestarikan Budaya
Keputusan untuk meliburkan siswa ini telah diumumkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Moh Hilim. "Pada puncak Bau Nyale, Rabu (19/2), siswa diliburkan khusus, mereka libur sekolah sehari saja," ungkap Hilim dalam keterangannya di Lombok Tengah, Selasa. Kebijakan ini sejalan dengan kalender pendidikan dan hasil musyawarah penentuan puncak Bau Nyale (sangkep warige).
Surat edaran telah disebarluaskan kepada seluruh sekolah di Lombok Tengah untuk melaksanakan kebijakan ini. Namun, perlu dicatat bahwa kebijakan ini berlaku untuk siswa TK, SD, dan SMP yang berada di bawah kewenangan kabupaten. Sedangkan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) akan mengikuti kebijakan dari Dinas Pendidikan Provinsi NTB.
Tujuan Pemberian Libur
Tujuan utama dari pemberian libur sekolah ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada para siswa untuk turut serta dalam tradisi Bau Nyale. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pelestarian budaya lokal. "Mereka menjadi tahu Nyale itu apa, karena ikut terlibat langsung menangkap nyale bersama keluarga," jelas Hilim.
Para siswa akan mengikuti tradisi ini pada sore hari setelah pulang sekolah dan berlanjut hingga dini hari. Oleh karena itu, libur hanya diberikan selama satu hari, dan siswa diharuskan kembali bersekolah pada hari berikutnya. "Jadi mereka libur satu hari, setelah itu masuk sekolah kembali," tambahnya.
Lokasi Tradisi Bau Nyale
Tradisi Bau Nyale tidak hanya terpusat di Pantai Seger. Beberapa lokasi lain di pantai selatan Lombok Tengah juga menjadi tempat berlangsungnya tradisi ini, termasuk Pantai Mawun, Are Guling, Lancing, dan Selong Belanak. "Lokasi Bau Nyale itu dilakukan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Lombok Tengah," kata Hilim.
Dampak Positif Libur Sekolah
Dengan diliburnya sekolah selama satu hari, diharapkan para siswa dapat merasakan langsung pengalaman unik dan berharga dalam mengikuti tradisi Bau Nyale. Partisipasi aktif ini diyakini akan menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal Lombok Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mempererat ikatan keluarga, karena banyak siswa yang akan mengikuti tradisi ini bersama orang tua dan keluarga mereka.
Pemberian libur sekolah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi budaya. Dengan melibatkan generasi muda secara langsung, diharapkan tradisi Bau Nyale dapat terus lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang. Hal ini penting mengingat tradisi Bau Nyale merupakan salah satu aset budaya yang bernilai tinggi bagi Lombok Tengah.
Kesimpulan
Libur sekolah yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk mengikuti tradisi Bau Nyale merupakan langkah positif dalam melestarikan budaya lokal. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif, diharapkan tradisi ini akan tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memperkuat ikatan keluarga dan memberikan pengalaman berharga bagi para siswa.