Luhut Pandjaitan: Demokrasi Tak Boleh Hilangkan Sopan Santun Bangsa
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan pentingnya menjaga sopan santun di tengah praktik demokrasi Indonesia, seraya meminta kritik yang konstruktif dan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun dan ramah tamah dalam berdemokrasi. Pernyataan ini disampaikan usai beliau mengunjungi kediaman Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Senin, 31 Maret 2024. Beliau berharap agar kebebasan berdemokrasi tidak sampai mengikis budaya santun yang selama ini menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan setelah masa bulan Ramadhan, sebuah momentum yang diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai tersebut.
Luhut Pandjaitan menekankan pentingnya kritik yang membangun dan didasari data yang akurat. "Saya titip satu hal, selesai Ramadhan ini, mari tetap memelihara santun dan ramah tamah Indonesia," katanya. Beliau menyoroti pentingnya menghindari kritik yang bersifat destruktif dan tanpa dasar yang jelas, terutama dalam konteks pemerintahan. Hal ini disampaikan dalam konteks kritik terhadap Presiden Joko Widodo maupun pemerintahan saat ini di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai seseorang yang telah bertugas sebagai pembantu Presiden Joko Widodo selama sepuluh tahun, Luhut Pandjaitan menyatakan tidak pernah melihat adanya pelanggaran konstitusi yang dilakukan oleh Jokowi selama masa jabatannya. Ia juga menegaskan pentingnya memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap kritik yang menurutnya telah melampaui batas dan mengganggu kinerja pemerintahan.
Kritik yang Konstruktif dan Dukungan Pemerintahan
Luhut Pandjaitan dengan tegas menyatakan keprihatinannya terhadap kritik yang menurutnya tidak berdasar dan hanya menimbulkan kekacauan. "Jangan berburuk sangka, saya saksi hidup sebagai pembantu Pak Jokowi selama sepuluh tahun," ujarnya. Beliau juga menyoroti maraknya pengamat yang melontarkan kritik tanpa data yang jelas, yang menurutnya hanya memperkeruh suasana pemerintahan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia memberikan contoh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menuai banyak kritik. Menurutnya, program tersebut telah berjalan dan menunjukkan hasil. Dengan demikian, ia menekankan pentingnya kesatuan dan dukungan untuk keberhasilan pemerintahan. "Dulu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengkritik sana-sini, kan itu sudah jalan. Kita harus kompak, Presiden Prabowo mendengarkan masyarakat," katanya. Pernyataan ini menunjukkan harapannya agar kritik ke depan lebih konstruktif dan berfokus pada solusi.
Pesan Luhut Pandjaitan ini penting untuk dipertimbangkan dalam konteks demokrasi Indonesia. Kebebasan berekspresi dan menyampaikan kritik merupakan hak asasi, namun hal itu harus diimbangi dengan tanggung jawab dan sikap yang santun. Kritik yang membangun dan didasari data yang akurat akan lebih efektif dalam mendorong perbaikan dan kemajuan bangsa.
Pentingnya Kesatuan dan Kolaborasi
Ajakan Luhut Pandjaitan untuk kompak mendukung pemerintahan juga perlu dilihat sebagai seruan untuk membangun kesatuan dan kolaborasi dalam memajukan bangsa. Pemerintahan yang kuat dan didukung oleh rakyat akan lebih efektif dalam mengatasi berbagai tantangan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kritik yang membangun dan dukungan yang konstruktif merupakan dua sisi mata uang yang sama pentingnya dalam proses demokrasi yang sehat.
Pernyataan Luhut Pandjaitan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kesopanan dan etika dalam berdemokrasi. Kebebasan berekspresi tidak boleh disalahgunakan untuk menyebarkan kebencian atau fitnah. Sebaliknya, kebebasan ini harus dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi dan kritik yang membangun demi kemajuan bangsa dan negara.
Dalam konteks ini, peran media dan para pengamat sangatlah krusial. Penyampaian informasi yang akurat dan berimbang sangat penting untuk mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan dan memecah belah. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, dengan kritik yang konstruktif dan dukungan yang tulus, akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan bangsa.
Kesimpulannya, pernyataan Luhut Pandjaitan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesantunan dan etika dalam berdemokrasi, serta pentingnya kritik yang konstruktif dan dukungan penuh terhadap pemerintahan dalam membangun Indonesia yang lebih baik.