Menteri Perhubungan Pastikan Pelabuhan Bakauheni Siap Hadapi Arus Balik Lebaran
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau kesiapan Pelabuhan Bakauheni dalam menghadapi arus balik Lebaran 2025, memastikan kelancaran transportasi dan ketersediaan armada yang cukup.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah memastikan kesiapan Pelabuhan Bakauheni di Lampung dalam menghadapi arus balik Lebaran tahun ini. Kunjungannya pada Senin, 31 Maret 2025 bertujuan untuk mengevaluasi persiapan menghadapi arus balik, termasuk manajemen pelabuhan, sistem pengaturan antrean, dan penambahan jalur. Data PT ASDP Indonesia Ferry menunjukkan peningkatan jumlah penumpang sebesar tiga persen dibandingkan tahun lalu, mencapai 885.828 penumpang.
Dalam peninjauannya, Menteri Dudy menekankan pentingnya antisipasi terhadap lonjakan pemudik. "Saya di sini untuk memastikan persiapan yang dilakukan di Pelabuhan Bakauheni" ujarnya. Ia juga memastikan kesiapan berbagai langkah teknis untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk ketersediaan armada kapal yang cukup. "Tersedia 67 kapal, 40 di antaranya dialokasikan untuk angkutan Lebaran. Kami akan mengoperasikan tiga pelabuhan di Lampung, yaitu Wika Beton, Bandar Bakau Jaya, dan Bakauheni," jelasnya.
Langkah-langkah tambahan seperti sistem antrean, penambahan jalur, dan zona penyangga juga telah diterapkan untuk mengantisipasi arus balik Lebaran. Zona parkir dengan sistem antrean diatur untuk meminimalkan waktu tunggu penumpang di pelabuhan. Menteri Dudy berharap arus balik dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak akan berjalan lancar, seperti halnya arus mudik dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni yang telah berjalan efektif.
Kesiapan Pelabuhan Bakauheni Hadapi Arus Balik
Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni. Sistem pengaturan antrean dan penambahan jalur bertujuan untuk mempercepat proses penyeberangan dan meminimalisir kepadatan. Zona penyangga juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Selain itu, tersedia 67 kapal feri, dengan 40 kapal disiapkan khusus untuk angkutan Lebaran.
PT ASDP Indonesia Ferry mencatat jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra dari H-10 hingga H-Day Lebaran (21-31 Maret 2025) mencapai 225.400 kendaraan. Angka ini sedikit menurun 0,1 persen dibandingkan tahun 2024 (225.637 kendaraan). Namun, jumlah penumpang meningkat tiga persen, mencapai 885.828 penumpang tahun ini, dibandingkan 859.521 penumpang tahun lalu. Hal ini menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Menteri Perhubungan juga menekankan pentingnya koordinasi antar instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus balik. Kerja sama yang baik antara pemerintah, operator pelabuhan, dan pihak terkait lainnya sangat penting untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, diharapkan arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan aman.
Antisipasi Lonjakan Pemudik di Puncak Arus Balik
Puncak arus balik Lebaran diperkirakan terjadi pada H+5, atau tanggal 6 April 2025, dengan perkiraan jumlah pemudik mencapai 31,49 juta orang. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran. Sebuah survei yang dilakukan bekerja sama dengan Litbang Kompas memperkirakan 146,48 juta orang, atau setara dengan 52 persen penduduk Indonesia, akan melakukan perjalanan selama periode liburan Lebaran tahun ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada puncak arus balik, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi. Peningkatan kapasitas angkutan, optimalisasi sistem antrean, dan penambahan jalur di pelabuhan merupakan beberapa langkah yang diambil. Koordinasi yang baik antar instansi terkait juga sangat penting untuk memastikan kelancaran arus balik dan mencegah terjadinya penumpukan penumpang.
Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik agar masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dan balik dengan nyaman dan aman. Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah berarti bagi para pemudik.
Meskipun terjadi penurunan jumlah kendaraan yang menyeberang, peningkatan jumlah penumpang menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik.
Kesimpulan
Kesiapan Pelabuhan Bakauheni dalam menghadapi arus balik Lebaran 2025 menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan kelancaran transportasi bagi masyarakat. Dengan berbagai langkah antisipasi dan koordinasi yang baik, diharapkan arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan aman, memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi para pemudik.