Menteri Yudhoyono Pastikan Kelancaran Arus Balik Lebaran 2025
Menko PMK Agus Harimurti Yudhoyono memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2025 dengan koordinasi bersama pemangku kepentingan, mengantisipasi puncak arus balik pada 6-7 April mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2025. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri acara halalbihalal di MPR, Jakarta, Rabu (2/4).
Agus menjelaskan, arus mudik Lebaran 2025 telah berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Oleh karena itu, langkah antisipatif untuk arus balik sangat diperlukan. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada tanggal 6-7 April 2025, sehingga persiapan matang menjadi kunci keberhasilannya. "Kita harus mengantisipasi arus balik yang diprediksi puncaknya pada 6-7 April," tegasnya.
Persiapan menghadapi arus balik Lebaran 2025 ini bukan hanya tanggung jawab satu kementerian saja, melainkan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Koordinasi dan kolaborasi antar instansi menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran arus balik pemudik.
Koordinasi Antar Kementerian dan Lembaga
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, sebelumnya menyatakan kesiapan kementeriannya untuk mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memantau periode transportasi Lebaran 2025. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar. Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas transportasi yang memadai untuk mendukung kelancaran transportasi selama periode libur Lebaran. Fasilitas tersebut meliputi 30.451 bus, 772 kapal, 404 pesawat terbang, dan 2.550 kereta api.
Tidak hanya penyediaan sarana transportasi, Kementerian Perhubungan juga telah melakukan pengecekan untuk memastikan semua kendaraan aman dan layak beroperasi. Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk TNI, Polri, dan pemerintah daerah. "Kami mengoptimalkan Pusat Informasi Transportasi dan posko transportasi Lebaran yang beroperasi 24 jam setiap hari untuk memantau pergerakan seluruh moda transportasi," tegas Purwagandhi.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran. Koordinasi yang intensif diharapkan mampu meminimalisir potensi kendala dan memastikan kelancaran arus balik.
Jumlah Pemudik dan Puncak Arus Mudik
Kementerian Perhubungan memproyeksikan sebanyak 146,48 juta orang Indonesia akan melakukan mudik Lebaran tahun ini. Angka ini menunjukan penurunan sebesar 24 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta orang. Penurunan jumlah pemudik ini kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Korps Lalu Lintas Kepolisian melaporkan puncak arus mudik terjadi pada tanggal 28 Maret 2025, tiga hari sebelum Lebaran. Pada hari itu, tercatat 258 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta. Data ini memberikan gambaran mengenai volume kendaraan yang bergerak selama periode mudik dan menjadi acuan dalam mempersiapkan antisipasi arus balik.
Dengan memperhatikan data tersebut, pemerintah dapat lebih tepat dalam mengalokasikan sumber daya dan mempersiapkan strategi untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan kendala lainnya selama arus balik Lebaran.
Pemerintah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran arus balik Lebaran 2025. Harapannya, masyarakat dapat merayakan Lebaran dan kembali ke tempat asal dengan nyaman dan tanpa hambatan.