Mudik Ramah Keluarga: DPR Dorong Infrastruktur dan Keselamatan yang Lebih Baik
Anggota DPR Selly Andriany Gantina mendorong konsep mudik ramah keluarga dengan infrastruktur memadai dan peningkatan keselamatan untuk melindungi pemudik, terutama ibu dan anak.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menekankan pentingnya konsep "mudik ramah keluarga" untuk menciptakan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan sehat bagi semua pemudik, khususnya kelompok rentan seperti ibu dan anak-anak. Pernyataan ini disampaikannya dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Jumat, 28 Maret. Beliau menyoroti tantangan perjalanan mudik yang panjang dan padat, yang berpotensi menimbulkan risiko bagi keluarga yang bepergian.
Menurut Selly, mewujudkan mudik ramah keluarga membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi dan fasilitas umum yang memadai. Terminal, stasiun, dan rest area harus dilengkapi dengan fasilitas yang ramah keluarga, seperti ruang menyusui, area bermain anak, fasilitas untuk lansia, dan toilet yang bersih. Keberadaan posko kesehatan yang siaga juga dinilai krusial untuk menangani kondisi darurat selama perjalanan.
Lebih lanjut, Selly juga menyoroti pentingnya peran petugas angkutan massal dalam membantu pemudik, terutama ibu yang bepergian sendiri dengan anak-anak. Petugas dapat memberikan bantuan, misalnya dengan membantu membawa barang bawaan. Selain kenyamanan, aspek keselamatan juga menjadi fokus utama, mengingat data Korlantas Polri yang menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran 2024 mayoritas melibatkan sepeda motor (73 persen).
Infrastruktur Ramah Keluarga: Kebutuhan Mendesak
Selly Andriany Gantina menegaskan perlunya peningkatan signifikan dalam penyediaan fasilitas umum di terminal, stasiun, dan rest area. Fasilitas seperti ruang menyusui, area bermain anak, dan toilet bersih menjadi kebutuhan mendasar untuk kenyamanan pemudik. Ia juga menekankan pentingnya keberadaan posko kesehatan yang siap siaga untuk menangani berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi selama perjalanan mudik.
Selain itu, aksesibilitas bagi lansia dan penyandang disabilitas juga perlu diperhatikan. Pembangunan infrastruktur yang inklusif akan memastikan semua pemudik dapat menikmati perjalanan mudik dengan nyaman dan aman. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan sistem transportasi yang ramah bagi semua kalangan masyarakat.
Perbaikan fasilitas umum ini tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan pemudik, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan angka kecelakaan. Dengan adanya fasilitas yang memadai, pemudik dapat beristirahat dengan cukup dan mengurangi kelelahan yang dapat memicu kecelakaan.
Keselamatan Berkendara: Edukasi dan Penegakan Hukum
Data Korlantas Polri menunjukkan tingginya angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor selama arus mudik. Oleh karena itu, Selly menekankan pentingnya edukasi keselamatan berkendara bagi seluruh pemudik, termasuk penggunaan sabuk pengaman dan pentingnya istirahat berkala. Edukasi ini perlu disosialisasikan secara luas dan efektif agar dipahami oleh semua kalangan.
Selain edukasi, penegakan hukum terkait aturan lalu lintas juga perlu diterapkan secara ketat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan dan memastikan keselamatan pemudik selama perjalanan. Peningkatan pengawasan di jalur mudik juga menjadi hal penting untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas.
Dengan penerapan aturan lalu lintas yang ketat dan edukasi yang efektif, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas selama mudik dapat ditekan. Keselamatan pemudik, khususnya anak-anak dan lansia, harus menjadi prioritas utama.
"Aturan lalu lintas harus diterapkan dengan ketat agar pemudik, termasuk anak-anak dan lansia, mendapatkan fasilitas istirahat yang cukup selama perjalanan," kata Selly Andriany Gantina.
Selly juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan pengawasan di jalur mudik dan memastikan edukasi keselamatan berkendara tersosialisasi dengan baik. Dengan begitu, diharapkan mudik Lebaran dapat dijalani dengan aman dan nyaman oleh seluruh keluarga Indonesia.