NTB Dorong IKM Pangan Terapkan Teknologi Sterilisasi Komersial
Pemerintah NTB mendorong industri kecil menengah (IKM) pangan untuk menerapkan teknologi sterilisasi komersial guna meningkatkan daya saing produk di pasaran.

Mataram, 15 Maret 2024 - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) gencar mendorong industri kecil menengah (IKM) olahan pangan lokal untuk mengadopsi teknologi sterilisasi komersial. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan daya simpan dan keamanan produk, sehingga lebih kompetitif di pasar nasional bahkan internasional.
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, menjelaskan bahwa sterilisasi komersial merupakan strategi kunci untuk menjamin keamanan dan memperpanjang masa simpan produk pangan. Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing IKM NTB di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. "IKM Nusa Tenggara Barat harus naik kelas," tegasnya dalam pernyataan resmi di Mataram, Sabtu lalu, "salah satu caranya dengan memastikan produk pangan yang dihasilkan tidak hanya lezat tetapi juga aman dan memiliki daya simpan yang lebih lama."
Sterilisasi komersial sendiri merupakan proses pemanasan makanan dalam kemasan. Proses ini bertujuan untuk inaktivasi spora bakteri, sehingga produk olahan pangan terbebas dari mikroba yang dapat tumbuh pada suhu ruang selama distribusi dan penyimpanan. Dengan demikian, keamanan dan kualitas produk terjaga.
Peningkatan Daya Saing IKM Pangan NTB
Penerapan teknologi sterilisasi komersial ini diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap daya simpan produk IKM pangan NTB. Produk-produk tersebut dapat bertahan lebih lama pada suhu ruang, sehingga memperluas jangkauan distribusi dan meningkatkan akses pasar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor UMKM.
Dinas Perindustrian NTB telah melakukan serangkaian uji coba. Mereka telah melakukan pengukuran kecukupan panas (uji FO) terhadap 14 IKM olahan pangan. Uji FO ini memastikan produk pangan berasam rendah yang dikemas hermetis dan disimpan pada suhu ruang memenuhi standar sterilisasi komersial. Standar tersebut mensyaratkan nilai kecukupan panas minimal tiga menit terhadap spora Clostridium botulinum.
Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh produk IKM yang diuji telah memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan. Artinya, produk-produk tersebut siap bersaing di pasaran, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Dukungan Pemerintah untuk IKM NTB
Beberapa IKM unggulan NTB yang telah mengikuti uji coba ini antara lain Bunga Rosa, Santara Food, Sate Rembiga Goyang Lidah, UD. Depot Taliwang, dan Taliwang Nada. Mereka memproduksi beragam makanan khas NTB yang dikemas dengan lebih modern dan higienis berkat dukungan teknologi sterilisasi komersial.
Dinas Perindustrian NTB berkomitmen untuk terus mendukung IKM dalam proses standardisasi dan sertifikasi produk. Dukungan ini meliputi pelatihan, pendampingan, dan akses terhadap teknologi terkini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing IKM NTB, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di pasar nasional dan internasional.
"Kami ingin IKM di NTB semakin berdaya saing, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional. Dengan adanya standar itu, maka produk IKM bisa masuk ke ritel modern dan pasar ekspor," pungkas Nuryanti.
Dengan adanya dukungan dan komitmen dari pemerintah, diharapkan IKM pangan NTB dapat semakin berkembang dan berkontribusi pada peningkatan perekonomian daerah. Penerapan teknologi sterilisasi komersial menjadi langkah strategis dalam mewujudkan hal tersebut.