Papua Pastikan Stok Sapi Aman Jelang Lebaran 2025: 620 Ekor Siap Distribusi
Jelang Lebaran 2025, Papua memastikan ketersediaan 620 ekor sapi lokal, ditambah 1.266.500 kg daging ayam dan 111.000 butir telur per hari, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Provinsi Papua memastikan ketersediaan stok hewan ternak aman untuk kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Papua, M. Koibur, di Jayapura pada Kamis, 20 Maret 2024. Pemerintah Provinsi Papua telah menyiapkan 620 ekor sapi yang dipastikan tersedia hingga 30 Maret 2025, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan daging sapi.
Selain ketersediaan sapi, Dinas Peternakan dan Perkebunan Papua juga menjamin ketersediaan daging ayam dan telur. Koibur menyatakan bahwa produksi daging ayam mencapai 1.266.500 kg, sementara produksi telur mencapai rata-rata 111.000 butir per hari. Jumlah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Papua selama periode tersebut. Ketersediaan pangan ini menjadi jaminan bagi masyarakat Papua untuk merayakan Lebaran dengan tenang dan nyaman.
Daging sapi dan ayam yang disediakan berasal dari peternakan lokal di beberapa kabupaten di Papua, seperti Keerom, Jayapura, dan Waropen. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung peternak lokal dan mengembangkan perekonomian daerah. Dengan mengutamakan produk lokal, pemerintah juga memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat Papua.
Kesiapan Stok Hewani Papua Jelang Lebaran 2025
Pemerintah Provinsi Papua memastikan bahwa 620 ekor sapi yang disiapkan dalam rangka memenuhi kebutuhan daging masyarakat selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2025, berasal dari peternakan lokal dan telah melalui proses pengecekan kesehatan yang ketat. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat. Ketersediaan sapi ini diharapkan dapat menstabilkan harga daging sapi di pasaran dan mencegah terjadinya kelangkaan.
Selain sapi, ketersediaan daging ayam dan telur juga menjadi perhatian pemerintah. Dengan produksi daging ayam mencapai 1.266.500 kg dan produksi telur rata-rata 111.000 butir per hari, diharapkan kebutuhan protein masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Pemerintah terus memantau dan memastikan pasokan tetap terjaga hingga Lebaran tiba.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok, khususnya menjelang hari raya besar keagamaan. Dengan memastikan ketersediaan stok hewan ternak yang cukup, pemerintah berharap masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan nyaman tanpa khawatir akan kekurangan bahan pangan.
Jaminan Kualitas dan Keamanan Pangan
Dinas Peternakan dan Perkebunan Papua memastikan bahwa seluruh ternak sapi yang disediakan berasal dari sembilan kabupaten/kota di Papua dan telah dinyatakan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal ini menjadi jaminan kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat. Upaya pencegahan penyakit hewan menular terus dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak dan mencegah penyebaran penyakit.
Untuk mengantisipasi potensi kekurangan pasokan, pemerintah telah menetapkan persyaratan yang ketat bagi pemasok daging dari luar Papua. Pemasok wajib memastikan bahwa daging yang didatangkan berasal dari daerah yang bebas PMK. Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya penyakit hewan menular dan menjaga kesehatan ternak lokal.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah Provinsi Papua berupaya untuk memastikan ketersediaan dan keamanan pangan bagi masyarakat selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2025. Ketersediaan bahan pangan yang cukup dan aman menjadi prioritas utama pemerintah untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam merayakan hari raya.
Meskipun demikian, pemerintah tetap siaga dan akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga. Jika terjadi kekurangan, pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah antisipatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Prioritas utama adalah memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.