Pelabuhan Klotok dan Speedboat Benuo Taka: Target PAD Rp200 Miliar dan Wajah Baru Pariwisata
Pembenahan pelabuhan klotok dan speedboat di Penajam Paser Utara ditargetkan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp200 miliar dan menjadi ikon wisata Benuo Taka.

Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara optimistis bahwa pembenahan pelabuhan kapal kayu (klotok) dan kapal cepat (speedboat) akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Raup Muin, di Penajam, Jumat (4/4). Pembenahan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga kenyamanan dan keamanan pengguna jasa pelabuhan.
Target PAD Kabupaten Penajam Paser Utara tahun ini meningkat signifikan menjadi Rp200 miliar, naik dari capaian Rp170 miliar di tahun 2024 yang melampaui target awal Rp140 miliar. Raup Muin menyatakan bahwa pembenahan pelabuhan klotok dan speedboat diyakini akan berkontribusi besar terhadap pencapaian target tersebut. DPRD setempat siap mendukung penuh rencana pemerintah daerah melalui penganggaran di APBD.
Pembenahan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari perbaikan dermaga. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik dan citra pelabuhan, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Selain itu, pembenahan ini juga akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna jasa pelabuhan.
Pembenahan Pelabuhan: Infrastruktur dan UMKM
Pembenahan pelabuhan klotok dan speedboat mencakup berbagai aspek. Perbaikan infrastruktur meliputi peningkatan penerangan, penataan tata letak agar tidak kumuh, dan pembangunan fasilitas pendukung bagi penumpang seperti toilet yang layak. Keamanan penyeberangan juga akan ditingkatkan, termasuk penyediaan tempat parkir yang memadai untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Salah satu fokus utama pembenahan adalah pengembangan kawasan UMKM di sekitar pelabuhan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah. Dengan adanya kawasan UMKM, diharapkan akan tercipta sinergi yang positif antara sektor pariwisata dan sektor ekonomi kerakyatan.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga berencana membangun anjungan sebagai ciri khas pelabuhan, sekaligus sebagai ikon pintu masuk ke Kabupaten Penajam Paser Utara, daerah asal dan terdekat dengan Kota Nusantara, ibu kota negara baru. Anjungan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan meningkatkan popularitas pelabuhan.
Kerja Sama BUMD dan Swasta
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Syahrudin M Noor, menyarankan agar pengelolaan pelabuhan klotok dan speedboat dilakukan melalui kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan pihak swasta. Model kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan sinergi yang saling menguntungkan dan memaksimalkan potensi pelabuhan.
Kerja sama ini diyakini akan membawa dampak positif, baik dari sisi peningkatan pendapatan daerah maupun dari sisi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya kerjasama yang baik, diharapkan pengelolaan pelabuhan akan lebih profesional dan efisien.
Pembenahan pelabuhan klotok dan speedboat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa pelabuhan. Dengan adanya fasilitas yang memadai dan pengelolaan yang profesional, diharapkan pelabuhan ini dapat menjadi pintu gerbang pariwisata yang modern dan representatif bagi Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pembangunan dan penataan pelabuhan ini juga diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, khususnya para pelaku UMKM. Dengan adanya kawasan UMKM yang terintegrasi dengan pelabuhan, diharapkan akan tercipta lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan, rencana pembenahan pelabuhan klotok dan speedboat di Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mengembangkan sektor pariwisata. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, BUMD, maupun swasta, sangat penting untuk keberhasilan proyek ini.