Pijat Gratis di Kampung Rambutan: Pemudik Dimanjakan, Disabilitas Berdaya
Terminal Kampung Rambutan bekerja sama dengan Baznas-Bazis DKI Jakarta memberikan layanan pijat gratis bagi pemudik dan sopir bus, memberdayakan penyandang disabilitas netra.

Layanan pijat gratis bagi pemudik dan sopir bus telah diluncurkan di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Kerja sama antara pengelola Terminal Kampung Rambutan dan Baznas-Bazis DKI Jakarta ini memberdayakan penyandang disabilitas netra sebagai pemijat. Program ini berlangsung sejak 26 Maret hingga 2 April 2025, kecuali pada hari Lebaran (31 Maret 2025).
Inisiatif ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang lelah menempuh perjalanan panjang, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kepercayaan diri bagi para penyandang disabilitas netra. Mereka berasal dari berbagai panti sosial di bawah naungan Dinas Sosial DKI Jakarta, dengan rentang usia 20 hingga 50 tahun. Delapan pemijat tuna netra dibagi menjadi dua shift, masing-masing empat orang, melayani pemudik dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
"Kita sebagai manusia tidak boleh memandang mereka dengan sebelah mata (oleh sebab itu, diberdayakan)," ujar Relawan Program Baznas Bazis DKI Jakarta, Muhammad Syahril Alamsyah. Program ini juga melayani masyarakat umum di terminal, seperti pedagang dan petugas. Setiap pemijat rata-rata mampu memijat 5-8 orang per hari, dengan durasi pijat sekitar 10-15 menit per orang untuk menjaga stamina mereka.
Memberdayakan Penyandang Disabilitas Netra
Program pijat gratis ini bukan hanya sekadar layanan, tetapi juga wujud nyata pemberdayakan penyandang disabilitas netra. Mereka diberikan kesempatan untuk berkontribusi dan mendapatkan penghasilan. Neneng, salah satu pemijat berusia 55 tahun, mengungkapkan rasa senangnya terlibat dalam program ini. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kepercayaan diri.
"Disabilitas tuna netra itu terutama bukan karena (faktor) uang, ya. Mungkin kalau uang, di mana-mana orang juga butuh," kata Neneng. Ia menekankan bahwa manfaat utama program ini adalah peningkatan rasa percaya diri dan kepercayaan diri mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat umum. "Terus percaya diri, mentalnya lebih kuat menghadapi orang-orang. Itu terutama," tambahnya.
Bagi Neneng, memberikan layanan pijat di musim mudik Lebaran merupakan pengalaman pertamanya. Biasanya, para pemijat senior sudah memiliki usaha pijat sendiri di rumah. Beberapa pemijat memiliki rencana mudik, namun sebagian besar akan kembali ke rumah setelah menyelesaikan tugas mereka di terminal.
Layanan Pijat di Beberapa Lokasi
Layanan pijat gratis oleh Baznas-Bazis DKI Jakarta tidak hanya tersedia di Terminal Kampung Rambutan. Layanan serupa juga dapat ditemukan di Terminal Pulo Gebang dan Stasiun Pasar Senen. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan disabilitas dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya selama musim mudik Lebaran.
Pada Minggu, H-1 Lebaran, arus mudik di Terminal Kampung Rambutan terpantau melandai. Tercatat 908 penumpang berangkat dengan 80 armada bus dari pukul 06.00 hingga 14.00 WIB. Puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran (28 Maret 2025) dengan jumlah penumpang mencapai 3.324 orang.
Program pijat gratis ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat dalam menciptakan dampak positif bagi semua pihak. Selain memberikan kenyamanan bagi pemudik, program ini juga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Semoga program serupa dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan di berbagai tempat lainnya.