PSU Pilkada Bangka Barat: KPU Matangkan Persiapan di Empat TPS
KPU Bangka Barat mempersiapkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024 di empat TPS Desa Sunarmanik, mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, tengah mematangkan persiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk Pilkada 2024. PSU ini akan dilaksanakan di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Sunarmanik, Kecamatan Jebus, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 99/PHPU.BUP-XXIII/2025. Keputusan ini diambil setelah adanya sengketa hasil Pilkada sebelumnya. Proses PSU direncanakan akan melibatkan sekitar 2.080 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Ketua KPU Kabupaten Bangka Barat, Darjiyono, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran PSU. Meskipun jadwal pasti pelaksanaan dan petunjuk teknis masih menunggu arahan dari KPU RI, persiapan matang tengah dilakukan. "Kami terus melakukan koordinasi dan komunikasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menggelar PSU ini, meskipun hingga saat ini kami belum mendapatkan kepastian hari pelaksanaan dan petunjuk teknis pendukung lainnya," ujar Darjiyono di Mentok, Jumat.
PSU di empat TPS tersebut harus dilaksanakan paling lambat 30 hari setelah putusan MK pada 24 Februari 2025. KPU Bangka Barat menyadari pentingnya persiapan yang matang untuk memastikan proses PSU berjalan lancar dan sesuai aturan. Hal ini mengingat terdapat beberapa daerah lain di Indonesia yang juga akan melaksanakan PSU, sehingga petunjuk teknis dari KPU RI sangat dinantikan.
Menunggu Petunjuk Teknis dari KPU RI
Darjiyono menjelaskan bahwa KPU Bangka Barat akan menghadiri rapat bersama KPU RI pada 3 Maret 2025 untuk membahas rencana pelaksanaan PSU. Petunjuk teknis dari KPU RI sangat penting untuk memastikan keseragaman dan kepatuhan terhadap aturan dalam pelaksanaan PSU di seluruh wilayah Indonesia. Koordinasi dan sinkronisasi dengan KPU RI menjadi kunci keberhasilan PSU di Bangka Barat.
Data pemilih yang akan digunakan dalam PSU adalah data yang telah terdaftar dalam DPT, DPTb, dan DPK. Tidak ada perubahan data pemilih yang direncanakan. "Berdasarkan aturan yang ada, nanti kami akan menggunakan data ini sebagai data pemilih yang berhak melaksanakan pemungutan suara ulang di empat TPS tersebut, jadi tidak ada perubahan data pemilih," tegas Darjiyono. Total pemilih yang terdaftar sebanyak 2.080 orang, terdiri dari 2.080 pemilih DPT, 25 pemilih DPTb, dan 1 pemilih DPK. Dari jumlah tersebut, 18 orang merupakan pemilih disabilitas.
Data ini akan menjadi acuan dalam pelaksanaan PSU. KPU Bangka Barat berkomitmen untuk memastikan semua pemilih yang berhak dapat menggunakan hak pilihnya dengan lancar dan tertib. Transparansi dan akuntabilitas dalam proses PSU menjadi prioritas utama.
Hasil Pilkada 2024 di Empat TPS Desa Sunarmanik
Pada Pilkada 27 November 2024 lalu, dari total 2.080 pemilih di empat TPS Desa Sunarmanik, sebanyak 1.155 orang menggunakan hak pilihnya. Dari jumlah tersebut, 1.097 suara dinyatakan sah dan 58 suara tidak sah. Berdasarkan C-Hasil, perolehan suara masing-masing pasangan calon sebagai berikut:
- Pasangan calon nomor urut 1 (Sukirman-Bong Ming Ming): 369 suara
- Pasangan calon nomor urut 2 (Markus-Yus Derahman): 501 suara
- Pasangan calon nomor urut 3 (Mansah-Dwi Aryani): 227 suara
Data ini menjadi bagian penting dalam konteks PSU yang akan dilaksanakan. KPU Bangka Barat akan memastikan proses PSU berjalan transparan dan akuntabel, sehingga hasil PSU dapat dipertanggungjawabkan.
KPU Bangka Barat berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan PSU di empat TPS Desa Sunarmanik berjalan lancar, jujur, dan adil. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak, diharapkan PSU dapat berjalan sukses dan menghasilkan hasil yang diterima semua pihak.