PT BKI Resmi Jadi Holding Operasional Danantara: Mengelola Saham Raksasa BUMN
PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) resmi menjadi holding operasional Danantara, mengelola saham mayoritas dari sejumlah BUMN besar seperti Telkom, Jasa Marga, dan Bank Mandiri.

PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI secara resmi telah ditunjuk sebagai perusahaan holding operasional Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Pengumuman ini disampaikan pada 24 Maret di Jakarta. Hal ini ditandai dengan pengalihan saham seri B milik beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada PT BKI melalui skema inbreng dari Negara Republik Indonesia.
Pengalihan saham tersebut melibatkan beberapa BUMN besar di Indonesia, termasuk saham PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN). Selain perbankan, BUMN di sektor infrastruktur dan telekomunikasi juga turut serta, seperti PT Semen Indonesia (SMGR), PT Telkom Indonesia (TLKM), dan PT Jasa Marga (JSMR). Termasuk pula BUMN konstruksi seperti PT Wijaya Karya (WIKA), PT Waskita Karya (WSKT), PT Adhi Karya (ADHI), PT PP (PTPP), dan PT Krakatau Steel (KRAS).
Pemerintah, yang sebelumnya memegang 100 persen saham BKI, menegaskan bahwa pengalihan saham ini tidak mengubah pengendalian Negara Republik Indonesia atas BUMN-BUMN tersebut. Kepemilikan berubah dari langsung menjadi tidak langsung, melalui kepemilikan saham BKI. Saham seri A Dwiwarna tetap dimiliki oleh perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.
Rincian Pengalihan Saham Seri B
Berikut rincian pengalihan saham seri B yang dilakukan pemerintah kepada PT BKI:
- PT Telkom Indonesia (TLKM): 51.602.353.559 lembar saham (52,09 persen)
- PT Jasa Marga (JSMR): 5.080.509.839 lembar saham (70,00 persen)
- PT Semen Indonesia (SMGR): 3.457.023.004 lembar saham (51,20 persen)
- PT Bank Mandiri (BMRI): 48.533.333.333 lembar saham (52,00 persen)
- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI): 80.610.976.875 lembar saham (53,19 persen)
- PT Bank Negara Indonesia (BBNI): 22.378.387.749 lembar saham (60,00 persen)
- PT Bank Tabungan Negara (BBTN): 8.420.666.647 lembar saham (60,00 persen)
Sejarah dan Peran PT BKI
PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) berdiri sejak 1 Juli 1964. BKI merupakan satu-satunya badan klasifikasi nasional yang ditugaskan oleh pemerintah untuk mengklasifikasikan kapal niaga berbendera Indonesia. Keputusan Menteri Perhubungan Laut No. Th. 1/17/2 tanggal 26 September 1964 mengukuhkan penugasan ini. Sejak 1977, status BKI berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT).
BKI telah menempati posisi sebagai badan klasifikasi ke-4 di Asia, setelah Jepang, China, dan Korea. Perusahaan ini memiliki peran penting dalam memastikan kelaikan kapal-kapal niaga Indonesia dan kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia. Klasifikasi yang dilakukan BKI meliputi konstruksi lambung, mesin, dan sistem kelistrikan kapal, untuk menilai kelaikan kapal tersebut berlayar.
Langkah pemerintah menjadikan PT BKI sebagai holding operasional Danantara menunjukkan strategi pengelolaan aset BUMN yang lebih terintegrasi dan efisien. Dengan portofolio saham yang signifikan dari berbagai sektor strategis, PT BKI diharapkan dapat berperan lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.