Transaksi Emiten Naungan BPI Danantara Berdampak Signifikan di Bursa Efek Indonesia
Nilai transaksi perusahaan BUMN dan anak usahanya di bawah naungan BPI Danantara mencapai 27 persen dari total nilai transaksi di BEI, berdampak signifikan pada pasar modal Indonesia.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengungkapkan dampak signifikan nilai transaksi perusahaan-perusahaan BUMN dan anak usahanya yang berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam Temu dengan Media di Ruang Seminar BEI, Jakarta, Jumat (28/2).
Kontribusi perusahaan-perusahaan tersebut sangat besar. Data menunjukkan bahwa nilai transaksi perusahaan BUMN dan anak usahanya di bawah BPI Danantara mencapai 27 persen dari total nilai transaksi di BEI. Besarnya pengaruh ini tidak dapat diabaikan dalam dinamika pasar modal nasional.
Iman Rachman lebih lanjut menjelaskan bahwa dampaknya juga terlihat dari sisi kapitalisasi pasar. Dengan market cap mencapai Rp1.700 triliun per 26 Februari 2025, perusahaan-perusahaan ini berkontribusi sebesar 15 persen dari total kapitalisasi pasar BEI yang mencapai Rp11.400 triliun. Angka-angka ini menunjukkan peran penting BPI Danantara dalam perekonomian Indonesia.
Emiten Unggulan di Bawah Naungan BPI Danantara
Awalnya, terdapat tujuh perusahaan BUMN di bawah naungan BPI Danantara, yaitu PT Pertamina, PT PLN, MIND ID, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Namun, jumlah ini bertambah karena beberapa perusahaan tersebut memiliki anak usaha yang juga tercatat di BEI.
Totalnya, terdapat 12 perusahaan di bawah naungan BPI Danantara yang tercatat di BEI. Beberapa anak usaha tersebut antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) dari PT Pertamina; PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Timah Tbk (TINS) dari MIND ID; serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebagai anak usaha dari BMRI. Kehadiran perusahaan-perusahaan ini semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar modal global.
Daftar lengkap emiten tersebut menunjukkan portofolio yang beragam dan luas, mencakup sektor energi, pertambangan, perbankan, dan telekomunikasi. Hal ini menunjukkan strategi investasi yang terdiversifikasi dan berpotensi menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dukungan BEI dan Harapan ke Depan
BEI menyatakan komitmennya untuk terus mendukung BPI Danantara. Iman Rachman berharap pelaku pasar dapat memberikan waktu kepada Danantara untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai profil dan business model-nya. Ia melihat langkah pembentukan BPI Danantara sebagai hal positif dan optimistis bahwa badan ini akan semakin gesit dalam menjalankan operasionalnya.
Pernyataan Iman Rachman ini menunjukkan dukungan penuh BEI terhadap langkah pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pasar modal. Dengan adanya transparansi dan penjelasan yang lebih rinci dari BPI Danantara, diharapkan kepercayaan investor akan semakin meningkat.
Secara keseluruhan, peran BPI Danantara dan emiten-emiten di bawah naungannya memberikan kontribusi signifikan terhadap pasar modal Indonesia. Ke depan, diharapkan kolaborasi yang lebih erat antara BEI dan BPI Danantara dapat terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan pasar modal Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan. Transparansi dan informasi yang akurat sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.