Terungkap! CCTV Rekam Penembakan Bos Rental Mobil, Oknum TNI AL Jadi Tersangka
Polisi mengungkapkan pelaku penembakan bos rental mobil di Tol Tangerang-Merak terekam CCTV, dan seorang oknum TNI AL menjadi tersangka utama dalam kasus tersebut.

Jakarta, 24 Februari 2024 - Kasus penembakan Ilyas Abdurrahman, pemilik rental mobil, di Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak memasuki babak baru. Polresta Tangerang berhasil mengungkap identitas pelaku berkat rekaman CCTV dan keterangan saksi. Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Arief Nazaruddin Yusuf, memaparkan hasil penyelidikan yang menunjukkan keterlibatan seorang oknum TNI AL dalam peristiwa tersebut.
Penyelidikan yang dilakukan secara intensif dan teliti membuahkan hasil. Petunjuk krusial diperoleh dari rekaman CCTV di lokasi kejadian. Rekaman tersebut secara jelas menunjukkan pelaku penembakan. Selain bukti rekaman CCTV, keterangan saksi mata juga turut memperkuat kesimpulan penyelidikan.
Proses penyelidikan melibatkan berbagai metode, termasuk identifikasi ilmiah (scientific identification) dan koordinasi dengan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal). Hal ini dilakukan karena ditemukan dugaan keterlibatan anggota TNI AL aktif dalam kasus tersebut. Kompol Arief menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara komprehensif dengan memadukan bukti-bukti di TKP, petunjuk dari video amatir, dan keterangan saksi.
Terdakwa Utama Diduga Pelaku Penembakan
Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kompol Arief memberikan kesaksiannya. Ia mengidentifikasi terdakwa satu, Kelasi Kepala (KLK) Bambang Apri Atmojo, sebagai pelaku penembakan berdasarkan bukti rekaman CCTV dan keterangan saksi. "Siap, terdakwa satu. Melalui scientific, petunjuk dan dikuatkan dengan keterangan saksi," ujar Arief menjawab pertanyaan oditur militer.
Oditur militer menunjukkan kepada saksi tiga terdakwa yang hadir dalam persidangan. Setelah diperlihatkan rekaman CCTV, Arief memastikan terdakwa satu sebagai pelaku penembakan. Hal ini memperkuat dugaan keterlibatan Bambang Apri Atmojo dalam kasus tersebut.
Bukti-bukti yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian berasal dari berbagai sumber. Selain rekaman CCTV, keterangan saksi mata yang melihat seseorang dari dalam mobil menembak korban juga menjadi bukti penting. Semua bukti tersebut kemudian dipadukan dan dianalisis secara ilmiah untuk memastikan identitas pelaku.
Proses identifikasi ilmiah yang dilakukan oleh Polresta Tangerang melibatkan berbagai metode forensik dan analisis data untuk memastikan keakuratan hasil penyelidikan. Kerja sama dengan Puspomal juga sangat krusial untuk memastikan proses hukum berjalan dengan lancar dan transparan.
Kronologi Penembakan dan Peran Terdakwa
Insiden penembakan terjadi pada Kamis, 2 Januari 2024, di Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak. Korban, Ilyas Abdurrahman, ditembak oleh pelaku yang diduga kuat adalah KLK Bambang Apri Atmojo. Motif penembakan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Selain KLK Bambang Apri Atmojo, dua terdakwa lainnya, Sersan Satu Akbar Adli dan Sersan Satu Rafsin Hermawan, didakwa melakukan penadahan. Dua terdakwa, Bambang Apri Atmojo dan Akbar Adli, juga didakwa melanggar pasal 340 KUHP Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP terkait pasal pembunuhan berencana.
Sidang lanjutan kasus ini menghadirkan sembilan saksi dan dipimpin oleh Hakim Ketua Letnan Kolonel Chk Arif Rachman. Oditur Militer dari Oditurat Militer II-07 Jakarta, Mayor Chk Gori Rambe, Mayor Chk Mohammad Iswadi, dan Mayor Chk Wasinton Marpaung, menangani perkara tersebut.
Proses hukum terus berlanjut dan diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta dan motif di balik penembakan tersebut. Publik menantikan hasil persidangan untuk mendapatkan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Polisi memastikan akan terus berupaya mengungkap semua fakta dan motif di balik kasus ini. Kerja sama yang baik antara Polresta Tangerang dan Puspomal diharapkan dapat memastikan proses hukum berjalan dengan adil dan transparan.
Kesimpulan
Pengungkapan kasus penembakan bos rental mobil ini menunjukkan pentingnya peran teknologi CCTV dan kerja sama antar instansi penegak hukum. Proses penyelidikan yang teliti dan ilmiah menghasilkan bukti kuat yang mengarah pada terdakwa utama. Publik berharap proses hukum akan berjalan dengan adil dan transparan, serta mengungkap seluruh motif di balik kejahatan tersebut.