Wabup Simalungun Temukan MinyaKita di Atas HET, Pedagang Keluhkan Harga Modal
Wakil Bupati Simalungun menemukan MinyaKita dijual di atas HET di Pasar Serbelawan, pedagang mengeluhkan harga modal tinggi, sementara Pemkab Simalungun gelar pasar murah.

Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tradisional Serbelawan pada Kamis, 20 Maret 2025. Sidak ini bertujuan untuk memantau harga bahan pokok menjelang Lebaran Idul Fitri 2025 dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Hasilnya mengejutkan: Minyak goreng rakyat, MinyaKita, ditemukan dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Penemuan ini terjadi di Pasar Serbelawan, Simalungun, Sumatera Utara. MinyaKita, yang seharusnya dijual seharga Rp15.700 per liter sesuai Permendag Nomor 18 Tahun 2024, dijual oleh pedagang dengan harga Rp16.500 hingga Rp17.000 per liter. Sidak ini juga mengungkap kenaikan harga bawang merah menjadi Rp38.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp33.000 per kilogram, sementara harga daging ayam justru turun menjadi Rp28.000 per kilogram dari Rp30.000 per kilogram. Harga sembako lainnya seperti beras, gula, dan telur terpantau relatif stabil.
Selain memantau harga, Wabup Sinaga juga menampung keluhan pedagang Pasar Serbelawan mengenai kondisi pasar yang kurang memadai. Jalan pasar yang rusak, gerbang pasar yang tidak representatif, dan sepinya pembeli menjadi beberapa keluhan yang disampaikan. Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas jual beli dan menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional. Menanggapi hal ini, Wabup Sinaga berjanji akan berkoordinasi dengan Bupati Simalungun dan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik guna meningkatkan kenyamanan pembeli dan pedagang.
Harga MinyaKita di Atas HET dan Keluhan Pedagang
Penemuan MinyaKita di atas HET menimbulkan pertanyaan. Para pedagang menjelaskan bahwa harga modal MinyaKita yang mereka terima sudah mencapai Rp15.000 per liter. Hal ini membuat mereka kesulitan menjual sesuai HET tanpa mengurangi keuntungan yang minimal. Situasi ini menunjukkan tantangan dalam menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok, terutama di tengah kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan produsen menyisihkan sebagian minyak sawit untuk kebutuhan dalam negeri.
Kenaikan harga bawang merah juga menjadi perhatian. Lonjakan harga ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti cuaca ekstrem atau fluktuasi permintaan pasar. Sementara itu, penurunan harga daging ayam bisa jadi disebabkan oleh peningkatan pasokan atau penurunan permintaan. Stabilitas harga beras, gula, dan telur menunjukkan bahwa tidak semua komoditas pangan mengalami kenaikan harga.
Pemerintah daerah, melalui sidak ini, menunjukkan komitmennya untuk mengawasi harga barang kebutuhan pokok dan memastikan keterjangkauannya bagi masyarakat. Langkah-langkah pengawasan dan penindakan terhadap pedagang yang menjual di atas HET perlu dilakukan secara konsisten untuk melindungi konsumen.
Pasar Murah Sebagai Solusi Alternatif
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat, Pemkab Simalungun menggelar pasar murah di Kantor Camat Dolok Batunanggar. Pasar murah ini bertujuan untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang Lebaran Idul Fitri 2025. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Pasar murah ini menjadi salah satu solusi alternatif untuk mengatasi masalah harga bahan pokok yang tinggi. Selain itu, pemerintah juga perlu mempertimbangkan langkah-langkah jangka panjang untuk mengatasi permasalahan infrastruktur pasar tradisional dan memastikan stabilitas harga barang kebutuhan pokok secara berkelanjutan. Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, pedagang, dan produsen sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut.
Pembenahan infrastruktur pasar tradisional juga menjadi fokus perhatian pemerintah. Wabup Sinaga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pasar yang nyaman bagi pembeli dan pedagang. Hal ini akan mendorong aktivitas jual beli dan meningkatkan pendapatan pedagang. Pembenahan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional dibandingkan dengan pasar modern.
Secara keseluruhan, sidak yang dilakukan Wakil Bupati Simalungun memberikan gambaran nyata mengenai kondisi pasar tradisional dan tantangan dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Langkah-langkah yang diambil pemerintah, baik melalui pengawasan harga maupun penyelenggaraan pasar murah, menunjukkan komitmen untuk melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga.