Waspada DBD! Kasus Demam Berdarah di Karawang Meningkat Signifikan di Awal 2025
Dinas Kesehatan Karawang mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di awal tahun 2025, dengan jumlah kasus meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya, dan satu korban jiwa telah dilaporkan.

Karawang, Jawa Barat - Warga Karawang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mencatat peningkatan kasus yang signifikan di awal tahun 2025. Data menunjukkan lonjakan kasus DBD yang mengkhawatirkan, terutama jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan Kasus DBD di Karawang
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Karawang, sepanjang Januari 2025 tercatat 268 kasus DBD. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Januari 2024 yang hanya mencatat 141 kasus. Artinya, terjadi peningkatan lebih dari 80 persen kasus DBD di awal tahun ini. Lebih memprihatinkan lagi, dari 268 kasus tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia.
"Tentu kami mengimbau agar masyarakat waspada. Karena di awal tahun yang kebetulan musim hujan ini, kasus DBD cukup tinggi," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu, dalam keterangannya Senin lalu.
Faktor Penyebab Peningkatan Kasus
Yayuk menjelaskan, peningkatan kasus DBD ini berkaitan erat dengan musim hujan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD. Meskipun saat hujan berhenti nyamuk cenderung tak terbang jauh, genangan air yang tertinggal tetap menjadi ancaman.
"Demam berdarah biasanya mengalami peningkatan kasus pada awal dan akhir musim hujan, seperti yang terjadi di awal tahun ini," tambah Yayuk. Kondisi ini menekankan pentingnya upaya pencegahan secara intensif oleh masyarakat.
Langkah Pencegahan DBD
Untuk mencegah penyebaran DBD, Dinas Kesehatan Karawang mendorong masyarakat untuk aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). PSN dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana, seperti menutup rapat tempat penampungan air, membersihkan secara teratur tempat penampungan air, dan mengubur atau memanfaatkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain PSN, penerapan pola hidup bersih dan sehat juga sangat penting. "Kondisi lingkungan tempat tinggal juga harus diperhatikan. Karena dengan kondisi lingkungan bersih bisa menjadi penangkal datangnya penyakit tersebut," tegas Yayuk.
Imbauan Kepada Masyarakat
Dinas Kesehatan Karawang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan proaktif dalam mencegah DBD. Langkah-langkah sederhana namun efektif seperti PSN dan menjaga kebersihan lingkungan dapat secara signifikan mengurangi risiko tertular penyakit ini. Masyarakat juga dihimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, dan ruam kulit.
Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan penyebaran DBD di Karawang dapat dikendalikan dan angka kematian akibat DBD dapat ditekan seminimal mungkin. Pencegahan dini dan kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam mengatasi masalah kesehatan ini.
Kesimpulan
Peningkatan kasus DBD di Karawang pada awal 2025 menjadi perhatian serius. Upaya pencegahan yang melibatkan peran aktif masyarakat, seperti PSN dan menjaga kebersihan lingkungan, sangat krusial untuk menekan angka kasus dan mencegah kematian akibat DBD. Kewaspadaan dan tindakan preventif merupakan langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman penyakit ini.