Zakat: Kekuatan Gotong Royong Umat untuk Entaskan Kemiskinan - Menko Muhaimin
Menko Muhaimin Iskandar tekankan potensi besar zakat dalam pengentasan kemiskinan dan optimis penerimaan zakat dapat meningkat pesat melalui sinergi pemerintah dan lembaga amil zakat.

Jakarta, 27 Maret 2025 - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa zakat merupakan kekuatan gotong royong umat yang berperan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara penyerahan zakat fitrah di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis lalu. Acara tersebut menandai pentingnya peran zakat dalam memberdayakan masyarakat kurang mampu.
Muhaimin Iskandar menekankan potensi luar biasa dari zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, "Melalui zakat ini, baik zakat fitrah, zakat mal, infak, maupun sedekah adalah potensi yang amat sangat luar biasa menjadi kekuatan gotong royong kita." Beliau juga mengapresiasi peningkatan penerimaan zakat selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah.
Penerimaan zakat yang signifikan ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan kepedulian sosial. Hal ini menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Dengan meningkatnya kesadaran ini, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dari program-program pemberdayaan yang dijalankan oleh lembaga amil zakat.
Potensi Zakat yang Luar Biasa
Data yang disampaikan menunjukkan bahwa penerimaan zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga amil zakat lainnya di seluruh Indonesia telah mencapai angka yang fantastis. "Hari ini baru terkumpul Rp41 triliun, dari Baznas dan lembaga zakat yang ada di seluruh tanah air. Lumayan ada peningkatan," ungkap Muhaimin Iskandar. Angka ini menunjukkan potensi besar yang masih dapat digali.
Muhaimin Iskandar optimistis bahwa potensi penerimaan zakat masih dapat ditingkatkan secara signifikan. Beliau menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan para penggerak dana keumatan. Dengan kolaborasi yang optimal, diharapkan akan tercipta pengelolaan zakat yang lebih efektif dan efisien.
Ia menambahkan, "Insya Allah kalau kolaborasi terjadi, akan terkumpul Rp300 triliun lebih untuk bukti kegotongroyongan melalui perintah ajaran agama yang kita muliakan." Target ini menunjukkan ambisi besar untuk memaksimalkan potensi zakat dalam memberdayakan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan.
Proyeksi peningkatan penerimaan zakat hingga mencapai Rp300 triliun lebih ini didasarkan pada potensi yang ada dan komitmen untuk meningkatkan sinergi antar lembaga terkait. Dengan pengelolaan yang baik dan transparan, dana zakat dapat disalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran Zakat di Cilincing
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, pada Kamis lalu, Menko Muhaimin Iskandar bersama Rumah Zakat menyalurkan 260 paket zakat fitrah kepada warga Cilincing, Jakarta Utara. Penyaluran zakat ini merupakan bagian dari peringatan Hari Zakat Nasional 2025.
Kegiatan ini juga melibatkan Forum Zakat serta lembaga amil zakat lainnya seperti Dompet Dhuafa dan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ). Kolaborasi antar lembaga ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengoptimalkan penyaluran zakat dan memastikan agar bantuan tersebut tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
Partisipasi berbagai lembaga amil zakat dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam penyaluran zakat. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan penyaluran zakat dapat dilakukan secara lebih terorganisir dan efisien, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran zakat di Cilincing menjadi contoh nyata bagaimana zakat dapat menjadi solusi dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah dan lembaga amil zakat, diharapkan program-program pemberdayaan masyarakat melalui zakat dapat terus ditingkatkan.
Dengan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan lembaga amil zakat, diharapkan potensi zakat dapat dimaksimalkan untuk memberdayakan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Zakat terbukti menjadi kekuatan gotong royong yang luar biasa dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.