Potensi Zakat di Jateng: Upaya Besar Entaskan Kemiskinan 3,4 Juta Jiwa
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, tekankan potensi besar zakat untuk menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah yang mencapai 3,4 juta jiwa, melibatkan peran aktif masyarakat dan perusahaan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melihat potensi besar zakat untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu malam di Semarang, di tengah acara penyaluran zakat kepada 2000 mustahik di Masjid Raya Baiturrahman. Beliau menekankan bahwa pengentasan kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, pengusaha, dan perusahaan melalui program CSR mereka. Angka kemiskinan di Jawa Tengah pada September 2024 mencapai 9,58 persen atau sekitar 3,4 juta jiwa.
Luthfi menjelaskan bahwa zakat yang dimaksud tidak hanya terbatas pada zakat fitrah, tetapi juga mencakup zakat mal, sedekah, dan infak. Beliau berharap semangat gotong royong masyarakat Jawa Tengah dapat mendorong pengumpulan zakat secara lebih masif. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan juga bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Luthfi turut menyerahkan bantuan zakat berupa paket beras kepada 2.000 penerima manfaat. "Saya doakan bapak ibu sejahtera semuanya. Dimurahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya," ucap Luthfi saat penyerahan zakat secara simbolis. Bantuan zakat ini berasal dari warga Jawa Tengah yang dikumpulkan oleh Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman.
Potensi Zakat dan Penghimpunan Dana
Hingga Minggu, 30 Maret 2025 pukul 18.00 WIB, YPKPI Masjid Raya Baiturrahman telah menghimpun zakat fitrah berupa uang tunai sebesar Rp49.975.000 dan beras sebanyak 6.302,1 kg. Selain itu, terkumpul juga zakat maal sebesar Rp146.554.000 dan 6 gram emas, fidyah Rp10.032.000, sedekah Rp9.400.500, dan infak Rp7.393.500. Total dana yang terkumpul menunjukkan potensi besar zakat dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Ketua Umum YPKPI Masjid Raya Baiturrahman, Ahmad Darodji, menyatakan bahwa zakat yang terkumpul akan disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya. Ia berharap manfaat zakat ini dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Jawa Tengah. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat, sehingga mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih penuh sukacita.
Penyaluran zakat ini menjadi bukti nyata peran serta masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan. Dengan mengoptimalkan potensi zakat, diharapkan angka kemiskinan di Jawa Tengah dapat terus ditekan.
Peran Serta Semua Pihak
Gubernur Luthfi menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam mengoptimalkan potensi zakat. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, pengusaha, dan perusahaan swasta memiliki peran penting dalam menunjang program ini. Kerja sama dan kolaborasi yang kuat diyakini mampu menciptakan dampak yang lebih signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.
Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan pengelolaan zakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan transparan. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendorong partisipasi yang lebih luas dalam program pengumpulan dan penyaluran zakat.
Keberhasilan program ini bergantung pada komitmen bersama untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi zakat yang besar, Jawa Tengah memiliki peluang untuk menciptakan perubahan yang berarti bagi kehidupan masyarakatnya.
Melalui program penyaluran zakat ini, diharapkan dapat tercipta dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan hidup.