Menko Muhaimin Salurkan 260 Paket Zakat di Cilincing, Dorong Pengentasan Kemiskinan
Menko Muhaimin Iskandar menyalurkan 260 paket zakat fitrah di Cilincing, Jakarta Utara, dalam rangka Hari Zakat Nasional 2025, menekankan peran zakat dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, memperingati Hari Zakat Nasional 2025 dengan cara yang bermakna. Pada Kamis, ia menyalurkan sebanyak 260 paket zakat fitrah kepada warga kurang mampu di Cilincing, Jakarta Utara. Penyaluran ini dilakukan berkolaborasi dengan Rumah Zakat, sebuah lembaga amil zakat nasional.
Apa yang dilakukan Menko Muhaimin? Menyalurkan zakat fitrah. Siapa yang terlibat? Menko Muhaimin Iskandar, Rumah Zakat, dan warga Cilincing. Di mana kegiatan ini berlangsung? Di Cilincing, Jakarta Utara. Kapan kegiatan ini dilakukan? Pada Kamis, dalam rangka memperingati Hari Zakat Nasional 2025. Mengapa kegiatan ini penting? Untuk membantu warga kurang mampu dan mendorong pengentasan kemiskinan. Bagaimana cara penyalurannya? Melalui kolaborasi dengan Rumah Zakat.
Dalam sambutannya, Menko Muhaimin menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. "Saya bersyukur, saya diajak Rumah Zakat membersamai kerja sama dalam mendistribusikan zakat fitrah pada hari ini. Bahagia, syukur, dan ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi, bergotong royong, untuk bersama-sama menyukseskan penyaluran zakat dan pengumpulan sebelumnya," ujarnya.
Zakat sebagai Solusi Kemiskinan
Menko Muhaimin menekankan pentingnya peran zakat dalam mengatasi permasalahan sosial ekonomi di Indonesia. Beliau menilai zakat sebagai skema yang efektif dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Dengan berzakat, masyarakat berkontribusi langsung dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Lebih lanjut, Menko Muhaimin menjelaskan fungsi ekonomi zakat yang sangat tinggi. Ia berharap kesadaran masyarakat untuk berzakat semakin meningkat, tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun ketahanan sosial dan kemandirian ekonomi bangsa.
Apresiasi juga diberikan kepada Rumah Zakat atas perannya dalam mengoptimalkan potensi zakat dan dana keumatan lainnya, seperti infak dan sedekah. Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga amil zakat dinilai sangat penting dalam penyaluran zakat yang tepat sasaran.
Optimalisasi Penyaluran Zakat dan Dana Keumatan
Menko Muhaimin juga menyampaikan rencana pemerintah untuk memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data dalam penyaluran bantuan sosial, termasuk zakat. Hal ini bertujuan untuk memastikan penyaluran zakat dan bantuan sosial tepat sasaran dan efektif.
Dengan memanfaatkan DTSEN, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih program dan bantuan dapat tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Sistem ini akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran zakat dan dana keumatan.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberdayakan masyarakat melalui optimalisasi zakat dan dana keumatan. Kolaborasi yang erat antara pemerintah, lembaga amil zakat, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih besar dalam pengentasan kemiskinan.
Selain Rumah Zakat, kegiatan penyaluran zakat di Cilincing juga melibatkan Forum Zakat dan Dompet Dhuafa, menunjukkan sinergi yang kuat antar lembaga dalam upaya penanggulangan kemiskinan melalui zakat.
Penyaluran zakat ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Cilincing dan menjadi contoh kolaborasi positif dalam pemberdayaan masyarakat melalui zakat dan dana keumatan. Harapannya, semangat berbagi dan kepedulian sosial akan terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.