Kementerian Pariwisata Dukung Penuh Pembangunan Desa Wisata: Dorong Perekonomian dari Desa
Kementerian Pariwisata dan Kementerian Desa berkolaborasi untuk mengembangkan desa wisata, meningkatkan perekonomian desa, dan memberdayakan masyarakat, selaras dengan visi pembangunan dari desa.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya pembangunan desa melalui program pengembangan desa wisata dan peningkatan perekonomian masyarakat desa. Kolaborasi strategis dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut. Nota kesepahaman kerja sama kedua kementerian ditandatangani di Jakarta pada Kamis (27/2), menandai langkah nyata dalam memperkuat sinergi pembangunan nasional yang berpusat pada desa.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita keenam, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. "Upaya ini selaras dengan perwujudan Asta Cita Presiden Prabowo yang keenam," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam siaran pers Kemenpar. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dimulai dari tingkat desa.
Kolaborasi Kemenpar dan Kemendes PDTT tidak hanya sebatas program, melainkan juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat desa. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan desa dalam mengembangkan usaha pariwisata yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Dengan demikian, desa-desa tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga subjek yang aktif dalam mengelola dan mendapatkan manfaat dari sektor pariwisata.
Penguatan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
Salah satu fokus utama dari kolaborasi ini adalah penguatan kapasitas SDM dan pemberdayaan masyarakat desa. Kemenpar dan Kemendes PDTT akan bekerja sama untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat desa dalam berbagai aspek pengelolaan pariwisata, mulai dari perencanaan, pengembangan produk wisata, hingga pemasaran dan manajemen keuangan. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan usaha pariwisata di desa dan mencegah potensi konflik sosial.
Program pelatihan yang akan diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing desa. Beberapa contoh pelatihan yang mungkin diberikan antara lain pelatihan pengelolaan homestay, pelatihan pemandu wisata, pelatihan pengelolaan sampah, dan pelatihan pemasaran online. Dengan demikian, masyarakat desa akan memiliki kemampuan yang memadai untuk mengelola usaha pariwisata mereka sendiri dan meningkatkan pendapatan mereka.
Selain pelatihan, Kemenpar dan Kemendes PDTT juga akan memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat desa dalam mengembangkan usaha pariwisata mereka. Pendampingan ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan usaha, pengembangan produk wisata, hingga pemasaran dan manajemen keuangan. Dengan demikian, masyarakat desa akan mendapatkan dukungan yang berkelanjutan dalam mengembangkan usaha pariwisata mereka.
Potensi Ekonomi Desa Wisata
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menekankan pentingnya upaya pemerintah dalam memampukan desa untuk mengembangkan usaha pariwisata. Beliau optimistis bahwa dengan pengembangan yang tepat, desa wisata dapat menjadi penggerak utama perekonomian di daerah. "Bayangkan kalau kita melakukan itu dengan baik, destinasi berbasis desa ini bisa meningkatkan ekonomi di daerah tersebut," kata Yandri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan.
Pengembangan desa wisata tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan lingkungan. Kemenpar dan Kemendes PDTT akan memastikan bahwa pengembangan desa wisata dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak negatif dari pariwisata terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, pengembangan desa wisata akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Kolaborasi ini menjanjikan masa depan yang cerah bagi desa-desa di Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah dan pengembangan yang terencana, desa wisata berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus melestarikan budaya dan lingkungan. Keberhasilan program ini akan bergantung pada komitmen dan kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat desa, dan sektor swasta.
Program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi kemiskinan di daerah pedesaan. Dengan demikian, program ini akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam pengembangan desa wisata merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian desa dan memberdayakan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.