LazisNU dan BPKH Kirim 34 Dai ke Pelosok Nusantara dan Mancanegara
LazisNU dan BPKH mengirimkan 34 dai untuk berdakwah di berbagai wilayah Indonesia dan delapan negara, dalam rangka memperkuat peran NU dan membantu rakyat Palestina.
Dalam momentum Ramadhan 1446 H/2025 M, NU Care-LazisNU bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI dan Lembaga Dakwah (LD) PBNU memberangkatkan 34 dai ke berbagai pelosok Nusantara dan sejumlah negara. Program Dai Nusantara dan Dai Go Global ini bertujuan memperkuat peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam membimbing umat dan membantu rakyat Palestina. Para dai terpilih telah melalui proses seleksi ketat dari 440 pendaftar.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Silahuddin, menjelaskan bahwa misi para dai ini adalah Al-Harakah an-Nahdliyah dan Ar-Ri’ayah. Beliau menekankan pentingnya peran NU mengingat 59 persen Muslim di Indonesia mengaku sebagai Nahdliyin. Sebelum diberangkatkan, para dai diberikan pembekalan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, guna mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dakwah di lapangan.
Direktur Eksekutif NU Care-LazisNU PBNU, Qohari Cholil, menambahkan bahwa para dai mengemban tugas mulia untuk menyebarkan dakwah yang ramah dan menggalang dukungan bagi rakyat Palestina. Lebih lanjut, Qohari menyampaikan rencana untuk membiayai santri dari daerah 3T (terpencil, terluar, tertinggal) untuk belajar agama di Pulau Jawa pada tahun depan. Hal ini menunjukkan komitmen LazisNU dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang keagamaan.
Dai Nusantara: Menjangkau Pelosok Tanah Air
Sebanyak 11 dai akan berdakwah di berbagai wilayah di Indonesia, meliputi Papua Selatan, Papua Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Kalimantan Selatan, Jambi, Jawa Barat, dan Banten. Wilayah-wilayah ini dipilih karena memiliki tantangan tersendiri dalam aksesibilitas dan penyebaran informasi keagamaan. Para dai diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di daerah-daerah tersebut.
Pengurus LD PBNU, Khoirul Huda Basyir, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen NU dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran. Para dai terpilih diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi sosial budaya di masing-masing wilayah dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemampuan para dai dalam memahami konteks lokal dan menyampaikan pesan dakwah secara efektif.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, para dai telah mengikuti pelatihan jurnalistik, fundraising, dan pelaporan kegiatan. Hal ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas dakwah dan mendokumentasikan kegiatan mereka. Dokumentasi ini penting untuk evaluasi program dan sebagai bahan pembelajaran bagi dai lainnya di masa mendatang.
Dai Go Global: Menebar Pesan Islam ke Kancah Internasional
Sementara itu, 23 dai lainnya akan bertugas di delapan negara, yaitu Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Timor Leste, Belanda, Australia, dan Selandia Baru. Penugasan ke luar negeri ini bertujuan untuk memperkenalkan Islam Nusantara dan memperkuat jaringan kerjasama antarumat beragama di tingkat internasional. Para dai diharapkan dapat menjadi duta Indonesia yang mampu menyampaikan pesan perdamaian dan toleransi.
Tantangan dakwah di luar negeri tentu berbeda dengan di dalam negeri. Para dai perlu memahami konteks sosial budaya dan peraturan di negara tujuan. Mereka juga perlu mampu berkomunikasi dalam bahasa setempat dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Oleh karena itu, pembekalan yang komprehensif sangat penting untuk keberhasilan program ini.
Setelah menyelesaikan tugas dakwah, para dai diharapkan dapat mendokumentasikan pengalaman mereka untuk dibagikan kepada dai lainnya. Dokumentasi ini akan menjadi bahan pembelajaran berharga dan dapat meningkatkan kualitas program Dai Nusantara dan Dai Go Global di masa mendatang. Hal ini menunjukkan komitmen LazisNU dan BPKH dalam pengembangan program dakwah yang berkelanjutan.
Program ini merupakan bukti nyata sinergi antara LazisNU dan BPKH dalam menjalankan misi dakwah dan sosial kemasyarakatan. Dengan mengirimkan dai ke berbagai pelosok Nusantara dan mancanegara, diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang moderat dan toleran, serta mempererat tali silaturahmi antarumat beragama di seluruh dunia.