Rekor! 173.571 Kendaraan Lintasi Tol Trans Sumatera pada 3 April 2025
Lonjakan signifikan lalu lintas di Tol Trans Sumatera pada 3 April 2025 mencapai 173.571 kendaraan, meningkat drastis dibandingkan hari normal.
Jakarta, 4 April 2025 - PT Hutama Karya (Persero) mencatat rekor jumlah kendaraan yang melintasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada tanggal 3 April 2025, yakni sebanyak 173.571 kendaraan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa, menandakan tingginya mobilitas masyarakat selama periode tersebut. Lonjakan ini terjadi di tengah arus mudik dan balik Lebaran 2025, yang turut mempengaruhi volume lalu lintas di berbagai ruas tol.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyatakan, "Hutama Karya (Persero) menginformasikan perkembangan terkini arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dengan trafik kendaraan melintas sebanyak 173.571 kendaraan pada 3 April 2025 dengan peningkatan 122,24 persen dibanding trafik normal pada hari yang sama." Pernyataan ini menegaskan dampak signifikan arus mudik Lebaran terhadap peningkatan volume kendaraan di JTTS.
Peningkatan ini tidak merata di semua ruas tol. Beberapa ruas mengalami peningkatan yang sangat signifikan, sementara yang lain menunjukkan fluktuasi, bahkan penurunan. Hal ini menunjukkan dinamika lalu lintas yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lokasi geografis, aksesibilitas, dan kepadatan penduduk di sekitar ruas tol tersebut. Data rinci mengenai peningkatan dan penurunan lalu lintas di berbagai ruas tol akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.
Distribusi Volume Lalu Lintas di Ruas Tol Trans Sumatera
Data yang dirilis PT Hutama Karya menunjukkan distribusi volume lalu lintas yang beragam di berbagai ruas tol JTTS. Berikut rinciannya:
- Tol Terbanggi Besar - Kayu Agung: 26.034 kendaraan (peningkatan 94,66 persen).
- Tol Palembang - Indralaya - Prabumulih: 22.336 kendaraan (peningkatan 103,15 persen).
- Tol Betung - Tempino - Jambi (Bayung Lencir - Tempino): 6.933 kendaraan (peningkatan 31,03 persen).
- Tol Bengkulu - Taba Penanjung: 4.422 kendaraan (peningkatan 207,51 persen).
- Tol Pekanbaru - Dumai: 19.994 kendaraan (peningkatan 40,52 persen).
- Tol Pekanbaru - XIII Koto Kampar: 15.876 kendaraan (penurunan 189,97 persen).
- Tol Indrapura - Kisaran: 23.209 kendaraan (peningkatan 195,77 persen).
- Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat (Kuala Tanjung - Sinaksak): 19.036 kendaraan (penurunan 103,40 persen).
- Tol Binjai - Langsa (Binjai - Pangkalan Brandan): 22.476 kendaraan (peningkatan 209,20 persen).
- Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 2-6 (Seulimeum - Baitussalam): 13.255 kendaraan (peningkatan 369,20 persen).
Perbedaan signifikan dalam persentase peningkatan ini menunjukkan variasi kondisi lalu lintas di setiap ruas, yang mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lokal seperti kepadatan penduduk, tujuan wisata, dan infrastruktur pendukung.
Volume Lalu Lintas di Ruas Tol Fungsional
Selain ruas tol operasional, PT Hutama Karya juga melaporkan volume lalu lintas di ruas tol fungsional, yaitu:
- Tol Pekanbaru - Padang (Padang - Sicincin): 9.069 kendaraan.
- Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum - Padang Tiji): 3.447 kendaraan.
- Tol Palembang - Betung (Kramasan - Pangkalan Balai): 1.569 kendaraan.
Total volume lalu lintas di ruas tol fungsional mencapai 14.085 kendaraan. Penggunaan ruas tol fungsional ini menunjukkan upaya untuk mengoptimalkan konektivitas dan mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas tol utama.
Komitmen Pelayanan Prima
Adjib Al Hakim menegaskan komitmen Hutama Karya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan. "Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk menciptakan pengalaman mudik yang tenang dan menyenangkan di JTTS," ujarnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya kualitas layanan dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Data lalu lintas ini memberikan gambaran penting mengenai mobilitas masyarakat dan efektivitas infrastruktur jalan tol di Sumatera. Pemantauan dan evaluasi terus-menerus diperlukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan lalu lintas di masa mendatang.