Tingginya Pemudik Kereta Api di Daop 1 Jakarta hingga H+3 Lebaran
Jumlah pemudik yang menggunakan kereta api dari Daop 1 Jakarta masih tinggi pada H+3 Lebaran 2025, meskipun terjadi penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Jakarta, 3 April 2025 - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat angka keberangkatan pemudik melalui kereta api masih tinggi hingga hari ketiga Lebaran, tepatnya pada tanggal 3 April 2025. Meskipun terjadi penurunan dibandingkan puncak arus mudik, namun angka tersebut masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Hal ini disampaikan langsung oleh Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, dalam keterangan pers di Jakarta.
Ixfan menjelaskan bahwa pada Kamis, 3 April 2025, tercatat 37.613 kursi terjual untuk perjalanan kereta api jarak jauh dari Daop 1 Jakarta. Jumlah ini berasal dari 85 perjalanan kereta api yang beroperasi, dengan tingkat okupansi mencapai 79 persen dari total 47.690 kursi yang tersedia. Tingginya angka keberangkatan ini menunjukkan bahwa moda transportasi kereta api masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk mudik Lebaran.
Data lebih rinci menunjukkan distribusi keberangkatan penumpang di dua stasiun utama di Jakarta. Stasiun Gambir mencatatkan penjualan tiket sebanyak 12.853 kursi dari total 21.902 kursi yang tersedia, dengan 46 perjalanan kereta api dan okupansi 59 persen. Sementara itu, Stasiun Pasar Senen menunjukan angka yang lebih tinggi, dengan 24.760 kursi terjual dari 25.988 kursi yang tersedia, melalui 39 perjalanan kereta api dan okupansi mencapai 95 persen.
Keberangkatan Lancar, Puncak Okupansi di Akhir Maret
Ixfan menambahkan bahwa secara umum, keberangkatan penumpang dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen berjalan lancar. Meskipun demikian, ia mengakui adanya fluktuasi okupansi pada beberapa hari tertentu. "Puncak okupansi tercatat pada tanggal 26 hingga 30 Maret 2025, dengan okupansi melebihi 100 persen di Stasiun Pasar Senen," ungkap Ixfan. Tingginya permintaan tiket pada periode tersebut menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk mudik menggunakan kereta api.
Data pada hari-hari sebelumnya juga menunjukkan angka yang signifikan. Pada H+2 Lebaran (2 April 2025), tercatat 42.694 kursi terjual dari 85 perjalanan kereta api, dengan okupansi 90 persen. Sedangkan pada H+1 Lebaran (1 April 2025), angka penjualan tiket mencapai 46.994 kursi dari 85 perjalanan kereta api, dengan okupansi yang sangat tinggi, yaitu 98 persen. Hal ini menunjukkan tren penurunan jumlah pemudik yang masih tergolong tinggi.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun puncak arus mudik telah berlalu, namun animo masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi mudik masih cukup tinggi. KAI Daop 1 Jakarta terus berupaya untuk memastikan kelancaran perjalanan kereta api dan kenyamanan para pemudik.
Meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang dibandingkan puncak arus mudik, PT KAI Daop 1 Jakarta tetap siaga dan memantau situasi untuk memastikan kelancaran perjalanan kereta api. Pihak KAI juga mengimbau para penumpang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan selalu mengecek informasi jadwal keberangkatan kereta api melalui kanal resmi KAI.
Data Penjualan Tiket Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta
- H+3 Lebaran (3 April 2025): 37.613 kursi terjual (79 persen okupansi)
- H+2 Lebaran (2 April 2025): 42.694 kursi terjual (90 persen okupansi)
- H+1 Lebaran (1 April 2025): 46.994 kursi terjual (98 persen okupansi)
Data ini menunjukkan bahwa jumlah pemudik yang menggunakan kereta api dari Daop 1 Jakarta masih cukup tinggi meskipun sudah memasuki masa setelah Lebaran. KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang.