255 Jiwa Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat
Erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, telah memaksa 255 warga mengungsi di tiga lokasi sementara pemerintah setempat berupaya mengevakuasi lebih banyak warga dari zona bahaya.

Erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat memaksa ratusan warga mengungsi. Sedikitnya 255 jiwa dari enam desa di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, terpaksa mengungsi akibat erupsi Gunung Ibu. Mereka saat ini berada di dua titik pengungsian di Desa Tongute dan satu titik di Desa Akesibu. Jumlah pengungsi ini diperkirakan akan terus bertambah.
Aktivitas vulkanik Gunung Ibu meningkat signifikan. Data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu mencatat 34 kali letusan terjadi pada Jumat, 17 Januari 2024, dengan ketinggian abu vulkanik bervariasi antara 300 hingga 800 meter. Letusan-letusan ini disertai asap kelabu tebal, menunjukkan tingginya aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Pemerintah daerah melakukan berbagai upaya penanganan darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat terus memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok bagi para pengungsi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Halbar, Sofyan Aswad, memastikan pelayanan dan bantuan terus diberikan kepada warga yang terdampak.
Evakuasi bertahap tengah dilakukan. Bupati Halbar, James Uang, mengungkapkan bahwa enam desa di radius 5-6 km dari Gunung Ibu harus segera dievakuasi. Total warga yang perlu dievakuasi diperkirakan mencapai 2.000 jiwa. Namun, proses evakuasi dilakukan secara bertahap, diawali dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya keselamatan diri.
Persiapan pengungsian telah dilakukan. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat telah menyiapkan fasilitas pengungsian yang meliputi MCK, sanitasi, logistik, dan akomodasi untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Meskipun belum ideal, pemerintah berupaya meminimalkan kesulitan yang dialami warga.
Koordinasi antar instansi terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat telah menggelar rapat bersama Dandim 1501/Ternate dan Deputi BNPB RI untuk membahas langkah tanggap darurat. Rapat ini membahas strategi penanganan erupsi Gunung Ibu yang kini berstatus Level IV (Awas) berdasarkan rekomendasi PVMBG.
Status Gunung Ibu masih Awas. Dengan status Gunung Ibu yang masih berada di Level IV atau Awas, pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan seluruh warga yang terdampak erupsi.