30 Sapi di Riau Sembuh dari PMK, Vaksinasi Digencarkan
Dinas PKH Riau telah berhasil menyembuhkan 30 sapi dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), namun vaksinasi terus digencarkan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut di tengah peningkatan kasus penyakit ternak lainnya akibat cuaca ekstrem.

Pekanbaru, 14 Februari 2025 - Kabar baik datang dari Riau. Sebanyak 30 sapi yang sebelumnya terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah dinyatakan sembuh berkat penanganan intensif dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau. Meskipun demikian, upaya pencegahan dan penanganan PMK masih terus berlanjut mengingat masih ada 38 sapi lainnya yang masih dalam perawatan.
Penanganan PMK di Riau
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau, Faralinda Sari, menjelaskan bahwa ke-30 sapi yang sembuh tersebut merupakan bagian dari 68 sapi yang terinfeksi PMK di berbagai daerah di Riau. "Sebanyak 30 sapi yang sembuh dari PMK, itu merupakan bagian dari 68 sapi yang terinfeksi PMK berasal dari berbagai daerah di Riau," ungkap Faralinda dalam keterangan pers di Pekanbaru, Kamis lalu.
Selain pengobatan intensif, Dinas PKH Riau juga gencar melakukan vaksinasi PMK. Hingga saat ini, sebanyak 3.249 dosis vaksin telah diberikan kepada sapi dan kerbau di berbagai wilayah. Kabupaten Kampar menjadi daerah dengan cakupan vaksinasi tertinggi, mencapai 1.000 dosis. Disusul Indragiri Hulu (947 dosis), Pekanbaru (573 dosis), Dumai (350 dosis), Siak (223 dosis), Indragiri Hilir (60 dosis), dan UPT Pemprov Riau (96 dosis).
Vaksinasi PMK di Riau masih akan terus berlanjut. "Tahun ini Riau mendapatkan alokasi 53.600 dosis vaksin PMK yang akan dikirim secara bertahap. Pada tahap awal sekitar 30.000 dosis vaksin akan dikirim, dengan 4.600 dosis sudah diterima dan tambahan 13.000 dosis dijadwalkan tiba dalam Februari 2025," tambah Faralinda.
Upaya Pencegahan dan Imbauan
Tidak hanya vaksinasi, Dinas PKH Riau juga melakukan berbagai upaya lain untuk menekan penyebaran PMK, seperti desinfeksi kandang dan pengobatan ternak yang terjangkit. Namun, kewaspadaan peternak tetap menjadi kunci utama. "Kami tetap mengimbau peternak untuk lebih waspada terhadap berbagai penyakit ternak, terutama di musim hujan dan banjir seperti saat ini," pesan Faralinda.
Musim hujan dan banjir memang meningkatkan risiko penyebaran penyakit ternak, termasuk PMK. Selain PMK, penyakit lain seperti Septicaemia Epizootica (sapi ngorok) dan Jembrana juga menjadi ancaman. Oleh karena itu, peternak diimbau untuk selalu menjaga kebersihan kandang dan segera melaporkan jika ada ternak yang sakit.
Sebaran PMK di Riau
Saat ini, PMK telah menyebar di 15 desa, 11 kecamatan, dan enam kabupaten di Riau. Indragiri Hulu mencatat kasus tertinggi dengan 26 kasus, diikuti Indragiri Hilir (18 kasus), Kampar (9 kasus), Bengkalis dan Kuantan Singingi (masing-masing 5 kasus), serta Rokan Hulu (2 kasus). Meskipun Indragiri Hulu memiliki kasus tertinggi, Kampar memiliki sebaran desa terbanyak yang terjangkit PMK, yaitu di Kemang Indah, Tapung Lestari, Sei Simpang Dua, dan Batu Belah. "Di Peranap, Indragiri Hulu, kami menemukan 16 kasus dalam satu desa saja. Ini menunjukkan pentingnya vaksinasi dan pencegahan sejak dini," tegas Faralinda.
Harapan ke Depan
Dengan program vaksinasi dan pengobatan yang terus dilakukan, Dinas PKH Riau berharap penyebaran PMK di Riau dapat dikendalikan dan semakin banyak ternak yang sembuh. Keberhasilan menyembuhkan 30 sapi ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras tim kesehatan hewan dalam melindungi ternak di Riau. Namun, kewaspadaan dan kerjasama semua pihak, termasuk peternak, tetap sangat penting untuk mencegah munculnya wabah penyakit ternak di masa mendatang.