333 Sapi di Bengkulu Terjangkit PMK, Seluma Jadi Wilayah Terparah
Provinsi Bengkulu melaporkan 333 kasus sapi terinfeksi PMK, dengan Kabupaten Seluma sebagai wilayah terdampak terberat, sementara pemerintah berupaya mencegah penyebaran lebih lanjut melalui vaksinasi.

Provinsi Bengkulu tengah menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang signifikan. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Bengkulu melaporkan sebanyak 333 sapi telah terinfeksi PMK hingga Selasa, 25 Februari 2025. Wabah ini tersebar di beberapa kabupaten, dengan dampak terparah terjadi di Kabupaten Seluma.
Penyebaran PMK ini telah mengakibatkan kerugian ekonomi bagi peternak di Bengkulu. Selain itu, kematian hewan ternak juga dilaporkan, menambah keprihatinan atas dampak wabah ini. Pemerintah Provinsi Bengkulu tengah berupaya keras untuk mengatasi penyebaran PMK dan meminimalisir kerugian yang ditimbulkan.
Kepala DPKH Provinsi Bengkulu, M. Syarkawi, menyatakan bahwa jumlah kasus PMK cenderung meningkat, terutama dipengaruhi kondisi cuaca. "Untuk PMK setiap harinya pasti naik, terutama di cuaca seperti yang sedang terjadi sekarang. Kalau data per hari ini sudah ada 333 dinyatakan positif PMK yang terdiri dari 3 wilayah dan Kabupaten Seluma menjadi yang paling banyak," ungkap Syarkawi.
Sebaran Kasus PMK di Bengkulu
Data yang dirilis DPKH Provinsi Bengkulu menunjukkan sebaran kasus PMK yang tidak merata. Kabupaten Seluma menjadi wilayah terparah dengan 199 kasus sapi terinfeksi. Disusul Kabupaten Rejang Lebong (101 kasus), Kabupaten Mukomuko (12 kasus), dan Kabupaten Bengkulu Selatan (21 kasus). Tingginya kasus di Seluma, menurut Syarkawi, disebabkan karena wilayah tersebut menjadi lokasi pertama kali ditemukannya PMK dan masih terdapat sapi yang belum divaksinasi sejak tahun 2023.
Meskipun terdapat 192 sapi yang telah dinyatakan sembuh, empat sapi di Kabupaten Mukomuko dan dua sapi di Kota Bengkulu dilaporkan mati akibat PMK. Angka kematian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan mendorong upaya percepatan penanganan wabah.
Pemerintah Provinsi Bengkulu telah berupaya mengatasi penyebaran PMK melalui program vaksinasi. Upaya vaksinasi ini diharapkan dapat menekan angka penularan dan mengurangi dampak ekonomi bagi peternak.
Upaya Vaksinasi PMK di Bengkulu
Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menerima alokasi 10.950 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat. Sebanyak 1.000 dosis vaksin diterima pada Januari 2025 dan langsung disalurkan ke Kabupaten Seluma, mengingat tingginya kasus di wilayah tersebut. Selanjutnya, pada Februari 2025, 9.650 dosis vaksin tambahan diterima dan didistribusikan ke berbagai kabupaten/kota di Bengkulu.
Distribusi vaksin tersebut meliputi: Kabupaten Bengkulu Selatan (800 dosis), Kabupaten Rejang Lebong (1.500 dosis), Kabupaten Bengkulu Utara (2.250 dosis), Kabupaten Kaur (400 dosis), Kabupaten Seluma (1.250 dosis), Kabupaten Mukomuko (2.000 dosis), Kabupaten Lebong (60 dosis), Kabupaten Kepahiang (400 dosis), Kabupaten Bengkulu Tengah (1.200 dosis), dan Kota Bengkulu (350 dosis).
Dengan ketersediaan vaksin tersebut, petugas kesehatan hewan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu diharapkan dapat melakukan vaksinasi secara aktif dan masif untuk mencegah penyebaran PMK lebih lanjut. Vaksinasi ini merupakan langkah penting dalam melindungi ternak dan mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar bagi peternak di Bengkulu.
Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memantau perkembangan kasus PMK dan berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian wabah. Kerjasama antara pemerintah, peternak, dan masyarakat sangat penting dalam mengatasi wabah PMK ini.