BPJAMSOSTEK Banyumas Targetkan Cakupan UCJ Tenaga Kerja Informal Meningkat 30 Persen di 2025
BPJAMSOSTEK Cabang Purwokerto menargetkan peningkatan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan (UCJ) untuk tenaga kerja informal di Banyumas hingga 30 persen pada tahun 2025.

Purwokerto, 26 Februari 2025 (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menargetkan peningkatan signifikan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan atau Universal Coverage Jamsostek (UCJ), khususnya bagi tenaga kerja informal di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Saat ini, cakupan UCJ untuk pekerja informal di Banyumas baru mencapai 11 persen dari total 600 ribu angkatan kerja, atau sekitar 300 ribu pekerja informal. Target ambisius BPJAMSOSTEK adalah mencapai 30 persen pada tahun 2025.
Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Purwokerto, Muhammad Ramdhoni, menjelaskan pentingnya peningkatan kepesertaan ini. "Coverage (cakupan) untuk tenaga kerja informal itu baru 11 persen dari angkatan kerja di Banyumas yang sebanyak 600 ribu tenaga kerja," ujarnya di Purwokerto, Rabu. Beliau menekankan pentingnya jaminan sosial bagi pekerja untuk mencegah mereka jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem jika terjadi risiko kerja.
Ramdhoni memaparkan berbagai risiko yang dihadapi pekerja, seperti kecelakaan kerja, kematian, dan hilangnya penghasilan. Keikutsertaan dalam program BPJAMSOSTEK memberikan perlindungan komprehensif. "Kenapa ini penting, karena masyarakat pekerja itu wajib mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan agar tenaga kerja masuk ke jurang kemiskinan ekstrem apabila terjadi risiko," tegasnya di sela-sela kegiatan Banyumas Job Fair 2025.
Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
BPJAMSOSTEK menawarkan berbagai manfaat bagi pesertanya. Jika terjadi kecelakaan kerja, baik dalam perjalanan menuju atau pulang dari tempat kerja, maupun selama bekerja, seluruh biaya perawatan rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya tanpa batas. Lebih jauh lagi, jika peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja atau sakit, ahli warisnya akan menerima santunan. Ramdhoni menambahkan, "Dan yang paling penting adalah bagaimana dua orang anak dari pekerja yang meninggal dunia itu bisa mendapatkan pendidikan sampai perguruan tinggi. Itu tugas negara melalui kami, BPJS Ketenagakerjaan hadir di Banyumas untuk menyejahterakan anak bangsa."
Manfaat lainnya termasuk santunan kematian dan jaminan hari tua. Program ini juga memberikan beasiswa bagi anak-anak pekerja yang meninggal dunia, memastikan mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan komitmen BPJAMSOSTEK untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pekerja di Banyumas.
BPJAMSOSTEK juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang mendukung penciptaan lapangan kerja, seperti Banyumas Job Fair 2025. Keikutsertaan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program dan menjaring calon peserta baru di antara para pencari kerja yang berhasil mendapatkan pekerjaan.
Dukungan BPJAMSOSTEK untuk Banyumas Job Fair 2025
Ramdhoni menyatakan dukungan BPJAMSOSTEK terhadap Banyumas Job Fair 2025. "Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Banyumas Job Fair 2025 karena pameran bursa kerja tersebut diikuti oleh beberapa perusahaan dan para pencari kerja dengan tujuan angka pengangguran di Kabupaten Banyumas berkurang." Pihaknya memberikan dukungan anggaran dan sosialisasi kepada para pencari kerja mengenai program BPJAMSOSTEK.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pekerja mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai peserta BPJAMSOSTEK. "Kami support untuk ke depannya tenaga kerja mendapatkan informasi. Informasi bagaimana dia nanti menjadi pekerja, apa sih hak-haknya, apa sih kewajibannya, jadi kita menginformasikan dan mengedukasi," jelas Ramdhoni.
Dalam pembukaan Banyumas Job Fair 2025, dilakukan penyerahan santunan secara simbolis kepada tiga ahli waris peserta BPJAMSOSTEK oleh Plh. Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, bersama Ramdhoni. Penyerahan ini menjadi bukti nyata manfaat program BPJAMSOSTEK bagi para pekerja dan keluarga mereka.
Penyerahan Santunan kepada Ahli Waris
- Ahli waris almarhum Slamet menerima santunan JKK dan beasiswa Rp73.000.000.
- Ahli waris almarhum Warsiwan menerima santunan JKK, JHT, JP, dan beasiswa Rp138.067.510.
- Ahli waris almarhum Minggu menerima santunan JKM sebesar Rp42.000.000.
Ketiga kasus ini menunjukkan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja dan keluarga mereka. BPJAMSOSTEK berkomitmen untuk terus meningkatkan cakupan kepesertaan dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh pekerja di Indonesia, khususnya di Banyumas.