BPOM-NTT Jalin Kolaborasi: UMKM Hingga MBG Terdongkrak
BPOM dan Pemerintah NTT berkolaborasi untuk meningkatkan UMKM dan menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), demi mendorong perekonomian dan mengatasi masalah gizi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjalin kolaborasi strategis. Kerja sama ini difokuskan pada dua hal utama: peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi ini diresmikan di Jakarta pada Kamis, 20 Maret 2024, oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian NTT dan mengatasi masalah gizi buruk.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa NTT memiliki potensi UMKM yang sangat besar, dengan ratusan hingga ribuan usaha yang tersebar di berbagai daerah. Program 'satu desa, satu produk' yang dijalankan di NTT juga mendorong peningkatan produksi. Peran BPOM dalam kolaborasi ini adalah memastikan keamanan produk-produk UMKM tersebut agar layak konsumsi dan terhindar dari kejadian luar biasa. Hal ini, menurut Taruna, akan berdampak positif pada peningkatan perekonomian masyarakat.
Lebih lanjut, Taruna menjelaskan bahwa kolaborasi ini mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari pengawasan proses pembuatan hingga distribusi produk. "Mulai dari cara pembuatannya, harus ada sertifikatnya, kemudian setiap produknya, setiap nomor izin edarnya ada. Kemudian kalau mau diekspor, mau diimpor juga harus ada surat keterangan impor ekspor. Kemudian post marketnya, distribusinya juga kami yang sertifikasi. Dan terakhir kalau ada penindakan kami juga yang dikasih tugas oleh negara," jelas Taruna.
UMKM NTT Naik Kelas, Perekonomian Menggeliat
Kolaborasi BPOM dan Pemprov NTT bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM lokal. BPOM akan memberikan pendampingan dan sertifikasi untuk memastikan produk-produk UMKM NTT memenuhi standar keamanan dan kualitas yang dibutuhkan, baik untuk pasar domestik maupun internasional. Hal ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM dan meningkatkan pendapatan mereka.
Dengan adanya sertifikasi dan pengawasan dari BPOM, produk-produk UMKM NTT, khususnya produk pangan, kosmetik, dan obat tradisional, akan lebih mudah diterima pasar, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTT juga akan memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Dukungan tersebut meliputi penyediaan infrastruktur, pelatihan, dan akses permodalan bagi para pelaku UMKM. Dengan sinergi yang kuat antara BPOM dan Pemprov NTT, diharapkan UMKM di NTT dapat berkembang pesat dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
MBG: Langkah Menuju NTT Sehat dan Bebas Stunting
Selain UMKM, kolaborasi ini juga fokus pada keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG merupakan prioritas utama dalam upaya penanganan masalah gizi di NTT, seperti stunting, defisiensi mikronutrien, dan kelebihan nutrisi. BPOM berperan dalam memastikan keamanan dan kualitas gizi makanan yang disajikan dalam program MBG.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan kerja sama yang diberikan oleh BPOM. Ia berharap kolaborasi ini dapat mendorong peningkatan nilai tambah berbagai produk unggulan NTT, baik dari sektor pertanian maupun kelautan. Melki juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk lebih memajukan UMKM NTT.
Dukungan Gubernur NTT terhadap BPOM untuk meraih status otoritas terdaftar WHO (WHO-Listed Authority) juga menjadi poin penting dalam kolaborasi ini. Status tersebut akan memudahkan produk-produk nasional, termasuk produk-produk unggulan NTT, untuk menembus pasar global dan meningkatkan daya saing di kancah internasional.
Kolaborasi antara BPOM dan Pemerintah NTT ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam upaya meningkatkan perekonomian melalui pemberdayaan UMKM dan penanganan masalah gizi. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan NTT dapat semakin maju dan sejahtera.