BSI Perkuat Ekonomi Aceh: Salurkan KUR Rp3,98 Triliun dan Dukung UMKM di Ramadhan
Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menyalurkan KUR Rp3,98 triliun dan berkomitmen dukung perekonomian Aceh melalui berbagai program pembiayaan dan pelatihan UMKM, terutama selama Ramadhan.

Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian Aceh. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program yang memfasilitasi akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Program tersebut meliputi pembiayaan, pelatihan, dan bantuan sosial, yang bertujuan untuk menciptakan perekonomian Aceh yang lebih maju dan sejahtera. Inisiatif ini dijalankan oleh BSI Regional Aceh, yang dipimpin oleh Regional CEO Wachjono.
Salah satu pencapaian signifikan BSI di Aceh adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2024. Total KUR yang disalurkan mencapai angka Rp3,98 triliun kepada 49.735 penerima. Jumlah ini bahkan melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp3,1 triliun. Keberhasilan ini menunjukkan kontribusi nyata BSI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh.
Lebih lanjut, BSI memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mendorong pengembangan ekonomi daerah. Menurut Wachjono, Ramadhan tidak hanya menjadi momen peningkatan spiritual, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan perekonomian Aceh. Nilai-nilai Ramadhan seperti kesabaran, pengendalian diri, dan semangat berbagi, diyakini dapat menginspirasi masyarakat untuk berkontribusi dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dukungan BSI untuk UMKM Aceh
BSI melihat potensi besar yang dimiliki oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh, khususnya selama Ramadhan. Produk-produk lokal, terutama makanan dan minuman khas, menjadi primadona selama bulan suci ini. Untuk itu, BSI hadir memberikan dukungan bagi UMKM, baik dalam bentuk pembiayaan, pelatihan, maupun akses pasar yang lebih luas.
Program pembiayaan yang ditawarkan BSI dirancang khusus untuk UMKM, dengan proses yang mudah dan sesuai prinsip syariah. Hal ini memastikan bahwa setiap transaksi bebas dari riba, berbasis produktif, dan sesuai dengan kemampuan pelaku usaha. Dengan demikian, BSI tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha UMKM.
Selain pembiayaan, BSI juga memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi pelaku UMKM. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM Aceh dalam menghadapi persaingan pasar. Dengan demikian, BSI berupaya untuk memberdayakan masyarakat Aceh agar dapat mandiri secara ekonomi.
Program Berbagi dan Kewirausahaan Sosial BSI
Komitmen BSI dalam memperkuat ekonomi Aceh juga tercermin dalam partisipasinya dalam program berbagi. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat Aceh yang membutuhkan. Selain itu, BSI juga menjalankan program kewirausahaan sosial. Program ini fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan, sehingga mereka memiliki peluang untuk memulai usaha dan meningkatkan taraf hidup.
Melalui berbagai program tersebut, BSI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis bagi masyarakat Aceh dalam membangun perekonomian yang lebih kuat dan berkelanjutan. BSI tidak hanya fokus pada aspek finansial, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan nilai-nilai syariah yang dianut oleh BSI.
Dengan penyaluran KUR yang melampaui target dan berbagai program pendukung lainnya, BSI telah menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh. Inisiatif ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi perekonomian Aceh di masa mendatang. Komitmen BSI untuk mendukung UMKM dan masyarakat Aceh selama Ramadhan juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi.