Damkar Bintan Sedot Banjir, 22 KK Terdampak di Tanjunguban Utara
Hujan deras di Bintan menyebabkan banjir yang merendam rumah warga di Kampung Jeruk, Tanjunguban Utara; Damkar Tanjunguban membantu menyedot air dan mengevakuasi warga.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir yang merendam sejumlah rumah warga di Kampung Jeruk, Kelurahan Tanjunguban Utara. Banjir ini memaksa UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban turun tangan membantu warga terdampak. Dampaknya, 22 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut terdampak banjir, sebagian besar di Kampung Jeruk.
Pada Jumat, 21 Maret 2023, dua unit rumah warga Kampung Jeruk meminta bantuan penyedotan banjir kepada Damkar Tanjunguban. Kepala UPTD Damkar Tanjunguban, Panyodi, menjelaskan bahwa banyak rumah lain juga membutuhkan bantuan serupa, namun keterbatasan personil dan kondisi air parit yang masih tinggi membuat tim Damkar belum bisa menjangkau semua lokasi.
Penyebab utama banjir ini adalah letak Kampung Jeruk yang berada di dataran rendah. Bahkan, pembangunan rumah dinas TNI Angkatan Laut di kawasan tersebut pun ikut terendam. Kondisi ini diperparah oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan air parit meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.
Damkar Kerahkan Personel dan Peralatan
UPTD Damkar Tanjunguban mengerahkan delapan personel dan satu unit mobil rescue, serta pompa apung untuk menyedot banjir di dua rumah warga. Ketinggian air yang disedot berkisar antara 15 sampai 20 sentimeter. Panyodi menegaskan bahwa Damkar Tanjunguban siaga 24 jam untuk membantu warga terdampak banjir. "Untuk hari ini kami mengerahkan delapan personel dengan satu unit mobil rescue, serta pompa apung untuk menyedot banjir di dua rumah warga dengan ketinggian air 15 sampai 20 sentimeter," ungkap Panyodi.
Selain menyedot banjir, Damkar Tanjunguban juga berperan dalam mengevakuasi warga. Sejak Kamis malam, tim Damkar mengevakuasi seorang warga lansia yang sakit dan terjebak banjir di rumahnya. Warga tersebut tidak mampu berjalan sehingga harus dibopong petugas ke tempat yang lebih aman. Damkar juga menangani mobil warga yang terjebak di parit dan mengevakuasi seekor ular yang masuk ke rumah warga.
Panyodi menambahkan, air baru dapat disedot ketika ketinggian air di parit sudah turun. Hal ini dikarenakan air hasil sedotan dari rumah warga akan dibuang ke dalam parit. "Kalau air parit belum mengalir dan turun, banjir tak bisa disedot, karena sudah pasti masuk lagi ke rumah warga," jelas Panyodi.
Imbauan dan Kontak Damkar
Damkar Tanjunguban mengimbau masyarakat yang rumahnya masih terendam banjir, namun kondisi air parit di sekitarnya sudah surut, untuk segera melapor. Warga dapat menghubungi nomor telepon Damkar Tanjunguban di 07714651295. Petugas Damkar dipastikan siaga membantu menyedot banjir yang menggenangi rumah warga.
Meskipun 22 KK terdampak banjir, sebagian besar warga, terutama di Kampung Jeruk, memilih bertahan di rumah masing-masing karena sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Namun, ada beberapa warga yang mengungsi ke Gedung Nasional Tanjunguban karena ketinggian air di rumah mereka mencapai ketinggian dada orang dewasa. "Sebagian warga ada yang mengungsi ke Gedung Nasional Tanjunguban karena kondisi banjir di rumah mereka ada yang sampai ketinggian dada orang dewasa," kata Panyodi.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di daerah rawan banjir. Kerja sama antara warga dan instansi terkait seperti Damkar sangat krusial dalam mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan.