DPRD Banjarbaru Kawal Kasus Pembunuhan Jurnalis Juwita, Minta Proses Hukum Transparan
DPRD Banjarbaru mengawal kasus pembunuhan jurnalis Juwita yang diduga dilakukan oknum TNI AL, mendesak proses hukum transparan dan pelaku dihukum seadil-adilnya.

Seorang jurnalis muda asal Kalimantan Selatan, Juwita (23), ditemukan meninggal dunia di Banjarbaru pada Sabtu, 22 Maret 2024 sekitar pukul 15.00 WITA. Kematian Juwita yang awalnya diduga kecelakaan tunggal kini menjadi kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum anggota TNI AL Balikpapan, Kelasi Satu berinisial J. Kasus ini telah menyita perhatian publik dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru pun turut serta mengawal proses hukumnya.
Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, menyatakan kesiapan dewan untuk mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas. Anggota DPRD merasa kehilangan sosok Juwita yang dikenal ramah dan dekat dengan narasumber di lingkungan dewan. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat Banjarbaru.
Pihak DPRD Banjarbaru mendesak penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan dan adil. Mereka juga meminta Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh, sehingga masyarakat dapat mengetahui proses hukumnya dengan jelas. Hal ini disampaikan untuk memastikan keadilan bagi korban dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
DPRD Desak Transparansi dan Keadilan
Gusti Rizky menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini. "Kami meminta penanganan kasus tersebut transparan, tanpa ada yang ditutupi sehingga keluarga korban maupun masyarakat mengetahui, disamping berharap pelaku dihukum dengan seadil-adilnya," tegasnya. DPRD Banjarbaru menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan terus berkoordinasi dengan Lanal Balikpapan dan kepolisian.
DPRD juga telah melakukan koordinasi dengan Polres Banjarbaru dan Lanal Banjarmasin untuk memantau perkembangan penanganan kasus ini. Kerja sama antar lembaga penegak hukum diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapan kasus dan memberikan keadilan bagi Juwita.
Komitmen DPRD untuk mengawal kasus ini menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan jurnalis dan penegakan hukum di Kalimantan Selatan. Hal ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap keluarga korban yang mengharapkan keadilan atas kematian Juwita.
Keluarga Korban Minta Tes Forensik Lebih Lanjut
Keluarga korban, diwakili oleh Pazri, mengungkapkan adanya temuan cairan putih dan luka lebam pada area kemaluan korban. Mereka mendesak penyidik Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin untuk melakukan uji laboratorium forensik di Surabaya atau Jakarta, karena fasilitas tersebut belum tersedia di Kalimantan Selatan.
Pazri menyatakan, "Volume cairan putih di area kemaluan cukup banyak, ada apa ini? Apakah mungkin pelaku lebih dari satu atau seperti apa, nanti penyidik yang mendalami dan mengungkap fakta ini." Keluarga berharap tes DNA dilakukan untuk mengungkap motif pembunuhan dan memastikan keadilan bagi Juwita.
Sampel cairan putih telah diambil oleh dokter, namun lokasi uji laboratorium forensik masih menunggu keputusan penyidik. Keluarga berharap proses ini dapat berjalan cepat dan transparan, sehingga kasus pembunuhan Juwita dapat segera terungkap.
Kasus pembunuhan jurnalis Juwita ini menjadi sorotan publik dan menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak. DPRD Banjarbaru, bersama dengan keluarga korban dan aparat penegak hukum, berharap agar kasus ini dapat segera terungkap dan pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Transparansi dan keadilan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan kasus ini.