Gratis! Tol Palembang-Betung Dukung Arus Balik Lebaran 2025
Jalan Tol Palembang-Betung seksi II beroperasi gratis selama arus balik Lebaran 2025, memangkas waktu tempuh dan mendorong perekonomian regional.

Jalan Tol Palembang-Betung seksi II Rengas-Pangkalan Balai menawarkan akses gratis bagi pemudik selama arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 H pada tahun 2025. Inisiatif dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini bertujuan untuk mendukung kelancaran arus balik Lebaran. Tol sepanjang 33 kilometer tersebut telah beroperasi fungsional selama periode mudik dan balik, memberikan kemudahan bagi para pemudik di Sumatera Selatan.
Operasional gratis ini berlaku selama 10 jam per hari, dari pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB. Jalur yang digunakan untuk arus balik adalah dari Pangkalan Balai menuju Musi Landas, berbeda dengan arus mudik yang sebaliknya. Keputusan ini diambil untuk mengoptimalkan kelancaran lalu lintas dan memberikan alternatif jalur bagi para pemudik, khususnya di Kabupaten Banyuasin.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa meskipun belum sepenuhnya selesai, jalan tol ini telah memberikan dampak positif. "Demi mendukung arus mudik dan balik Lebaran, para pemudik bisa melewati jalan tol ini secara gratis. Hanya saja karena proyek belum selesai seluruhnya, maka diberlakukan pembatasan waktu operasional," ujar Ermy dalam keterangan tertulis.
Tol Palembang-Betung: Membuka Akses dan Perekonomian
Pembukaan akses gratis Tol Palembang-Betung selama arus balik Lebaran 2025 memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Sumatera Selatan. Pengurangan waktu tempuh perjalanan dari Musi Landas ke Betung hingga lebih dari satu jam menjadi keuntungan utama. Hal ini memudahkan mobilitas masyarakat dan mempercepat distribusi barang dan jasa.
Jalan tol ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Ermy menjelaskan, "Sebagai BUMN konstruksi yang berpengalaman lebih dari 64 tahun membangun jalan tol, kami memastikan ke depannya proyek ini akan memiliki banyak manfaat. Salah satunya, memudahkan distribusi barang dan jasa. Misalnya, hasil pertanian seperti kelapa sawit, karet, dan komoditas unggulan Sumatera lainnya."
Lebih lanjut, jalan tol ini membuka peluang usaha baru, khususnya bagi pelaku UMKM. Keberadaan infrastruktur ini diyakini akan meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar jalan tol, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan komitmen Waskita Karya dalam membangun infrastruktur yang berdampak positif bagi masyarakat dan perekonomian.
Progres Pembangunan dan Target Penyelesaian
Saat ini, progres pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung masih terus berlangsung. Proyek yang menelan biaya Rp2,4 triliun ini ditargetkan rampung pada tahun 2026. Gabungan progres seksi I Palembang-Rengas (21,5 km), seksi II Rengas-Pangkalan Balai, dan Jembatan Musi mencapai 13,20 persen.
Jalan Tol Palembang-Betung merupakan bagian dari ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Waskita Karya, sebagai kontraktor utama, memiliki pengalaman yang luas dalam pembangunan jalan tol di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, perusahaan ini telah menyelesaikan lebih dari 20 ruas jalan tol, termasuk Jalan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, berkontribusi lebih dari 1.000 km dari total 2.000 km jalan tol di Indonesia.
Dengan selesainya pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung, diharapkan akan semakin meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan, serta mempermudah aksesibilitas bagi masyarakat dan distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut. Inisiatif pengoperasian gratis selama arus balik Lebaran 2025 merupakan bukti nyata komitmen Waskita Karya dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dan perekonomian Indonesia.
Jalan tol ini diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan pembangunan infrastruktur yang berdampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Keberadaan jalan tol ini juga akan membuka peluang usaha baru, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).