Gubernur NTT Dorong Sinergi Kopdit Swasti Sari dan Koperasi Desa Merah Putih
Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, mengajak Kopdit Swasti Sari dan Koperasi Desa Merah Putih untuk bersinergi dalam pengembangan ekonomi masyarakat NTT, demi terciptanya transparansi dan akuntabilitas.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya pada rapat tahunan anggota (RAT) Kopdit Swasti Sari di Kupang, Senin (31/3), mengajak Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari dan Koperasi Desa Merah Putih untuk saling mendukung guna pengembangan ekonomi masyarakat NTT. Pertemuan ini menandai evaluasi kinerja Kopdit Swasti Sari selama satu tahun, mencakup aspek kelembagaan, usaha, dan keuangan. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan koperasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT.
Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi kepada Kopdit Swasti Sari yang telah beroperasi selama 37 tahun dan berkontribusi signifikan dalam pembangunan ekonomi masyarakat NTT. Ia menekankan peran vital koperasi, tidak hanya sebagai pendorong perekonomian, tetapi juga sebagai penggerak sektor UMKM. Gubernur juga menyoroti kebijakan Presiden terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai jawaban atas mimpi besar membangun ekonomi masyarakat desa.
Lebih lanjut, Gubernur berharap Kopdit Swasti Sari dan koperasi lain di NTT dapat berkolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan kekuatan bersama dalam menopang ekonomi masyarakat NTT. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan di daerah.
Pentingnya Kolaborasi untuk Ekonomi NTT
Gubernur Melkiades Laka Lena mendorong Kopdit Swasti Sari untuk mendukung program One Village One Product (OVOP) dan Gerakan Beli NTT. Dukungan ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi desa dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk lokal, sehingga dapat menembus pasar domestik. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengembangkan ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan pada produk luar daerah.
Kopdit Swasti Sari, menurut laporan Ketua Pengurus Lambertus Tukan, telah menunjukkan kinerja yang positif. Jumlah anggota mencapai 205.854 orang, dengan 535 karyawan. Modal mencapai Rp217.728.855.978, aset Rp1.194.748.641.197, sisa hasil usaha Rp17.313.462.603, dan NPL 2,18 persen. Hasil audit menunjukkan koperasi memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Ketua Puskopdit BK3D Timor, Dominggus Wara Sabon, menekankan pentingnya profesionalisme, tanggung jawab, dan komitmen dari seluruh pengurus koperasi. Ia juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang handal dalam pengelolaan koperasi, serta pentingnya saling menghormati, mencari solusi bersama, dan berkomitmen penuh dalam menjalankan tugas.
Kolaborasi antara Kopdit Swasti Sari dan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian masyarakat NTT. Dengan sinergi yang kuat, potensi ekonomi lokal dapat dioptimalkan, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan dapat terwujud.
Keberhasilan Kopdit Swasti Sari juga menjadi contoh bagi koperasi lain di NTT untuk terus meningkatkan kinerja dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah. Komitmen dan profesionalisme dalam pengelolaan koperasi menjadi kunci keberhasilan dalam memberdayakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.