Inflasi PCE AS: Penentu Arah Pasar Kripto?
Laporan inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat (AS) pada 28 Maret diprediksi akan menjadi faktor utama penentu arah pasar kripto dan saham.

Laporan inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada 28 Maret 2024, menjadi sorotan utama pasar keuangan global, khususnya pasar kripto. Analis Reku Fahmi Almuttaqin memproyeksikan data inflasi PCE AS sebagai faktor penentu arah pasar ke depan, baik untuk kripto maupun saham AS. Data ini akan memberikan gambaran jelas tentang tekanan inflasi dan langkah selanjutnya yang akan diambil oleh The Fed.
Fahmi menjelaskan bahwa inflasi PCE AS yang tinggi berpotensi menunda penurunan suku bunga The Fed. Kondisi ini akan memberikan tekanan pada pasar kripto dan saham AS. Sebaliknya, jika data inflasi PCE lebih rendah dari ekspektasi, Indeks Dolar AS (DXE) diperkirakan akan melemah, sehingga meningkatkan minat investor pada aset berisiko tinggi seperti kripto dan saham.
Meskipun indeks S&P 500 turun lebih dari 1,1 persen dan Nasdaq anjlok lebih dari 2 persen, Bitcoin tetap bertahan di level 87.000 dolar AS. Penguatan Indeks Dolar AS (DXY) ke level tertinggi dalam tiga minggu terakhir di angka 105,00 juga turut mempengaruhi pasar. Situasi ini menciptakan outlook yang cukup mixed, khususnya dalam jangka pendek.
Inflasi PCE dan Pasar Kripto
Minat investor tradisional AS terhadap Bitcoin tetap tinggi, terlihat dari ETF Bitcoin spot yang menunjukan aliran dana masuk neto positif selama delapan hari berturut-turut, mencapai hampir 1 miliar dolar AS. Sebaliknya, ETF Ethereum spot mengalami tren netflow negatif selama sembilan hari berturut-turut. Fahmi mencatat preferensi investor AS yang masih berfokus pada Bitcoin, yang dianggap sebagai inflation-hedge, serta keputusan Pemerintah AS terkait Bitcoin Strategic Reserve yang meningkatkan legitimasi aset kripto tersebut.
Kekhawatiran akan inflasi PCE mendorong investor untuk bersikap lebih hati-hati. Namun, investor agresif dapat memanfaatkan koreksi harga untuk membeli aset jika inflasi PCE Februari lebih baik dari ekspektasi. Inflasi PCE yang lebih rendah berpotensi mendorong Bitcoin kembali ke level 90.000 dolar AS.
Bagi investor yang fokus pada fundamental, Fahmi menyarankan investasi pada aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar atau saham AS dengan performa terbaik. Ia juga mempromosikan fitur Packs di Reku, yang memungkinkan diversifikasi investasi pada crypto blue chip dan ETF dengan performa terbaik.
Analisis Lebih Dalam Mengenai Dampak Inflasi PCE
Data inflasi PCE AS menjadi perhatian utama karena perannya sebagai indikator kunci perekonomian AS. Data ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang tekanan inflasi dan dampaknya terhadap kebijakan moneter The Fed. Keputusan The Fed mengenai suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap pasar keuangan global, termasuk pasar kripto.
Meskipun Bitcoin menunjukkan ketahanan di tengah penurunan pasar saham, pergerakan harga masih dipengaruhi oleh sentimen pasar dan ekspektasi terhadap inflasi. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memantau perkembangan data inflasi PCE dan mengambil keputusan investasi yang bijak.
Tren aliran dana ke ETF Bitcoin dan Ethereum juga mencerminkan sentimen investor. Aliran dana positif ke ETF Bitcoin menunjukkan kepercayaan investor terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai inflasi. Sebaliknya, aliran dana negatif ke ETF Ethereum mungkin menunjukkan kekhawatiran terhadap volatilitas Ethereum.
Kesimpulan
Kesimpulannya, laporan inflasi PCE AS pada 28 Maret 2024 akan menjadi faktor kunci yang menentukan arah pasar kripto dan saham AS. Investor disarankan untuk memantau perkembangan data inflasi PCE dan menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan kondisi pasar. Diversifikasi investasi juga penting untuk mengurangi risiko.