Lima Titik Rawan Macet di Jalur Mudik Nasional Garut, Polisi Terjunkan Personel
Polres Garut mengidentifikasi lima titik rawan macet di jalur mudik Limbangan-Malangbong, termasuk pasar dan persimpangan jalan; berbagai strategi diterapkan untuk memastikan kelancaran arus mudik.

Kepolisian Resor (Polres) Garut, Jawa Barat, telah mengidentifikasi lima titik rawan kemacetan di jalur mudik nasional lintas Limbangan-Malangbong. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, kepada wartawan pada Rabu, 26 Maret 2024. Kelima titik tersebut menjadi fokus perhatian pihak kepolisian untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan arus mudik Lebaran tahun ini.
Menurut Iptu Aang, kemacetan diprediksi akan terjadi di beberapa titik sepanjang jalur Limbangan-Malangbong. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas industri dan pasar tradisional yang ramai di sepanjang jalur tersebut. Pihak kepolisian telah dan akan terus berupaya untuk meminimalisir dampaknya terhadap kelancaran arus mudik.
Antisipasi kemacetan ini penting mengingat prediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Jumat, 28 Maret 2024. Oleh karena itu, berbagai strategi dan langkah telah disiapkan oleh Polres Garut untuk mengatasi potensi kemacetan di lima titik rawan tersebut.
Titik-Titik Rawan Macet di Jalur Mudik Garut
Iptu Aang merinci kelima titik rawan macet tersebut. Pertama, kawasan industri di Kecamatan Limbangan yang kerap mengganggu arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Garut. Namun, berkat koordinasi yang baik, karyawan pabrik PT Pratama Abadi telah diliburkan mulai Kamis, 27 Maret 2024, sehingga diharapkan tidak akan menjadi hambatan pada puncak arus mudik.
Kedua, kawasan Pasar Limbangan dan persimpangan Limbangan-Leuwigoong yang dikenal ramai aktivitas masyarakat, terutama pada pukul 04.00 hingga 12.00 WIB. Ketiga, kawasan Bandrek yang juga memiliki pasar dan persimpangan jalan yang kompleks. Keempat, Pasar Lewo yang merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Kelima, pasar dan persimpangan Jalan Malangbong-Wado.
"Di jalur selatan Limbangan-Malangbong itu ada lima titik yang menghambat kelancaran arus mudik dan balik," ujar Iptu Aang Andi Suhandi.
Semua titik tersebut memiliki karakteristik yang sama, yaitu adanya pasar dan atau persimpangan jalan yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas. Keberadaan pasar-pasar tersebut menyebabkan banyaknya aktivitas jual beli dan lalu lalang pejalan kaki yang dapat menghambat arus kendaraan.
Strategi Polres Garut Mengatasi Kemacetan
Untuk mengatasi potensi kemacetan di lima titik tersebut, Polres Garut telah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya adalah dengan memasang pembatas jalan untuk mengatur penyeberangan pejalan kaki agar lebih tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Pembatas jalan ini diharapkan dapat mencegah pejalan kaki menyeberang secara sembarangan yang dapat menyebabkan kemacetan.
Selain itu, sistem buka tutup jalur akan diberlakukan jika terjadi kepadatan lalu lintas. Jika sistem buka tutup tidak efektif, maka akan dipertimbangkan untuk memberlakukan sistem satu arah (one way), baik itu satu arah sebagian atau satu arah secara menyeluruh pada ruas jalan tertentu.
"Kami dalam rangka memperlancar arus lalu lintas, tentunya di jalur selatan pertama kesiapan personel, kemudian sarana prasarananya," tambah Iptu Aang.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan kesiapan Polres Garut dalam menghadapi potensi kemacetan selama arus mudik Lebaran. Dengan strategi yang terencana dan kolaborasi yang baik, diharapkan arus mudik di jalur Limbangan-Malangbong dapat tetap lancar, aman, dan nyaman.
Selain kesiapan personel dan sarana prasarana, koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan dan instansi lainnya juga sangat penting untuk memastikan kelancaran arus mudik. Harapannya, dengan berbagai upaya tersebut, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan selamat sampai tujuan.