PCNU Rejang Lebong Antisipasi Paham Radikalisme: Jaga Kerukunan Umat Beragama
PCNU Rejang Lebong, Bengkulu, giat antisipasi penyebaran paham radikalisme dengan menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dan kerjasama antar ormas Islam.

Rejang Lebong, Bengkulu, 24 Maret 2024 - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, gencar melakukan upaya antisipasi penyebaran paham radikalisme. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program dan kerjasama untuk menjaga kerukunan umat beragama di wilayah tersebut. Seminar dan diskusi terkait paham radikal dan aliran kepercayaan baru-baru ini digelar sebagai bagian dari strategi tersebut.
Ketua Tanfidziyah PCNU Rejang Lebong, Mambrur Syah, menekankan pentingnya pemahaman organisasi masyarakat (ormas) Islam dalam menangkal paham radikalisme. "Kemudian saling bersinergi, saling menghargai kemudian untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, menyebarkan Islam yang damai, yang ramah, Islam yang rahmatan lil alamin," ujarnya dalam seminar tersebut.
Berbagai strategi telah diterapkan PCNU Rejang Lebong untuk mengantisipasi paham radikalisme. Selain membumikan pemahaman Islam rahmatan lil alamin, PCNU juga aktif bekerja sama dengan ormas Islam lainnya untuk menyebarkan pemahaman yang damai dan toleran. Pemanfaatan media sosial untuk dakwah yang santun dan bijak juga menjadi bagian penting dari strategi ini.
Upaya Pencegahan Paham Radikalisme di Rejang Lebong
PCNU Rejang Lebong telah melaksanakan berbagai program untuk mencegah penyebaran paham radikalisme. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menanamkan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kedamaian dan kerukunan. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan.
Kerjasama dengan ormas Islam lainnya juga menjadi kunci keberhasilan upaya pencegahan ini. Dengan bersinergi, berbagai program dan pesan dapat disampaikan secara efektif dan luas kepada masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan pesan-pesan perdamaian dan toleransi sampai kepada seluruh lapisan masyarakat.
Pemanfaatan media sosial sebagai platform dakwah juga menjadi strategi yang efektif. Melalui media sosial, pesan-pesan keagamaan yang santun dan bijak dapat disampaikan secara luas dan cepat kepada masyarakat. Hal ini penting untuk melawan narasi-narasi radikal yang seringkali tersebar melalui media sosial.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rejang Lebong, M Abu Dzar, mengakui potensi paham radikal dan aliran kepercayaan masih ada di Kabupaten Rejang Lebong. Namun, beliau juga menyatakan bahwa situasi masih aman dan kondusif berkat upaya pencegahan yang dilakukan.
M Abu Dzar menilai seminar yang digelar PCNU Rejang Lebong sebagai langkah positif dalam menangkal paham radikalisme. Beliau berharap agar pemerintah dapat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini secara berkelanjutan. "Kami berharap berbagai pihak terkait dari pemerintah agar menyokong atau membiayai kegiatan-kegiatan seperti ini. Jangan sekali ini saja, kita adakan dalam kegiatan forum berbeda tema berbeda dan dengan peserta yang berbeda," tegasnya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen PCNU Rejang Lebong dalam menjaga keutuhan NKRI dan mencegah penyebaran paham radikalisme. Dengan kerjasama dan sinergi antar berbagai pihak, diharapkan upaya ini dapat terus berjalan efektif dan mencegah berkembangnya paham-paham yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama.
Langkah-langkah yang dilakukan PCNU Rejang Lebong ini patut diapresiasi sebagai contoh nyata bagaimana organisasi keagamaan dapat berperan aktif dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan di tengah masyarakat. Semoga upaya ini dapat menginspirasi daerah lain dalam menghadapi tantangan serupa.