Pemkab Pasaman Barat-Bulog Jalin Kerja Sama Serap Gabah Petani, Tingkatkan Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkolaborasi dengan Bulog Sumbar untuk menyerap hasil panen gabah petani di Nagari Bunuik, demi meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) dan Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) resmi menjalin kerja sama untuk menyerap gabah hasil panen kelompok tani di Nagari Bunuik, Kecamatan Kinali. Kerja sama ini diresmikan pada Senin di Kinali, dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung ketahanan pangan nasional. Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto, menjelaskan bahwa Nagari Bunuik memiliki potensi pertanian yang signifikan dengan sekitar 250 hektare lahan sawah dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sialang Jaya, dengan perkiraan hasil panen mencapai 6-7 ton per hektare.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari program Asta Cita Presiden, khususnya dalam upaya penyediaan pangan untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat. Pemkab Pasbar berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan kelompok tani agar hasil panen dapat terserap secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan petani. Tidak hanya itu, Pemkab Pasbar juga memfasilitasi proses penggilingan gabah menjadi beras, sehingga kerja sama dengan Perum Bulog dapat berjalan dengan lancar dan efisien.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari Pimpinan Perum Bulog Wilayah Sumbar, R. Darma Wijaya. Ia menilai kerja sama ini sangat penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen dan memastikan petani mendapatkan harga yang layak atas hasil jerih payah mereka. Darma Wijaya juga mengapresiasi Pemkab Pasbar dan para petani atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam meningkatkan produksi pangan.
Kerja Sama Optimalkan Hasil Panen dan Kesejahteraan Petani
Kerja sama antara Pemkab Pasaman Barat dan Bulog ini difokuskan pada penyerapan gabah hasil panen Gapoktan Sialang Jaya di Nagari Bunuik. Dengan luas lahan mencapai 250 hektare dan potensi hasil panen yang cukup besar, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian petani di daerah tersebut. Proses penggilingan gabah menjadi beras yang difasilitasi oleh Pemkab Pasbar juga memastikan kelancaran distribusi dan penyerapan hasil panen oleh Bulog.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dengan memastikan penyerapan hasil panen petani, pemerintah dapat menjaga stabilitas pasokan beras di pasaran dan mencegah fluktuasi harga yang merugikan konsumen. Program ini juga diharapkan dapat memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian mereka.
Bulog berperan penting dalam menstabilkan harga gabah dan beras di pasaran. Dengan membeli gabah langsung dari petani, Bulog dapat mencegah praktik monopoli dan memastikan petani mendapatkan harga yang wajar. Hal ini juga akan membantu melindungi petani dari dampak negatif fluktuasi harga di pasar bebas.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti program Asta Cita Presiden khususnya dalam penyediaan pangan untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat," ujar Risnawanto, Wakil Bupati Pasaman Barat.
Dukungan Penuh untuk Ketahanan Pangan Nasional
R. Darma Wijaya, Pimpinan Perum Bulog Wilayah Sumbar, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam proses panen untuk memaksimalkan hasil dan kesejahteraan petani. Bulog juga berkomitmen untuk mendukung optimalisasi penggilingan dan pengeringan gabah sebagai bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.
"Kami melihat panen kali ini telah direncanakan dengan baik agar hasilnya maksimal dan kesejahteraan petani dapat terwujud. Ke depan, kami juga akan menindaklanjuti dengan optimalisasi penggilingan dan pengeringan gabah sebagai bagian dari komitmen bersama," ungkap Darma Wijaya.
Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan Bulog, diharapkan petani di Pasaman Barat dapat lebih fokus pada peningkatan produktivitas pertanian mereka tanpa harus khawatir akan pemasaran hasil panen.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga. Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya berdampak positif pada perekonomian petani, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Semoga kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.