Penanganan Erupsi Gunung Lewotobi: Pemerintah Pusat Tuai Pujian
Pemerintah pusat mendapat apresiasi atas penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT; pembangunan rumah permanen segera dimulai.

Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi pada Kamis malam (20/3), memuntahkan abu vulkanik hingga ketinggian 8.000 meter. Erupsi yang berulang sejak 4 November 2023 ini telah memaksa ribuan warga mengungsi. Namun, penanganan pemerintah pusat terhadap dampak erupsi tersebut menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah setempat.
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyampaikan apresiasinya terhadap respon cepat pemerintah pusat. Hal ini disampaikan usai menghadiri rapat koordinasi terkait bencana vulkanik yang dipimpin oleh Menko PMK Pratikno di Jakarta, Jumat (21/3). Dihen merasakan langsung kepedulian pemerintah pusat dalam membantu warga yang terdampak.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mempercepat rehabilitasi dan membantu warga yang masih tinggal di tempat pengungsian sementara. Pemerintah pusat dan daerah sepakat untuk segera membangun rumah permanen di area Nobo Leto, serta mencari solusi atas kendala aksesibilitas di wilayah tersebut. "Kami merasakan langsung kepedulian pemerintah pusat," ujar Dihen.
Pembangunan Rumah Permanen dan Kompensasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar empat ribu warga masih belum dapat kembali ke rumah mereka atau belum direlokasi ke rumah permanen baru akibat erupsi yang terus berlanjut. Sebanyak 250 keluarga telah dipindahkan dari tempat pengungsian ke tempat tinggal sementara, sementara 469 keluarga lainnya yang mengungsi di lokasi lain telah menerima dana kompensasi dari pemerintah.
Pemerintah berkomitmen untuk segera membangun rumah permanen bagi warga yang terdampak. Hal ini merupakan langkah penting untuk memberikan kepastian tempat tinggal bagi para pengungsi dan membantu mereka memulai kembali kehidupan normal. Proses pembangunan akan memperhatikan aspek keamanan dan aksesibilitas, mengingat lokasi yang berdekatan dengan gunung berapi.
Selain pembangunan rumah permanen, pemerintah juga memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak. Dana kompensasi ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pengungsian dan membantu mereka dalam proses pemulihan.
Status Gunung Lewotobi Dinaikkan
Akibat erupsi pada Kamis malam, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas). Hal ini menandakan potensi bahaya erupsi semakin tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan peringatan agar masyarakat menjauhi radius tujuh kilometer dari puncak gunung.
Peningkatan status gunung ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi ancaman erupsi. Langkah ini bertujuan untuk melindungi keselamatan warga dan mencegah jatuhnya korban jiwa. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Dengan adanya peningkatan status gunung, pemerintah daerah dan pusat akan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi erupsi susulan. Koordinasi dan komunikasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan penanganan yang tepat dan efektif.
Meskipun erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menimbulkan dampak yang signifikan, respon cepat dan efektif dari pemerintah pusat patut diapresiasi. Komitmen pemerintah untuk membangun rumah permanen dan memberikan kompensasi kepada warga terdampak menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab dalam melindungi warganya.