PKB Cari Pengganti Pasangan Calon Bupati Ade Usai Didiskualifikasi MK
DPP PKB tengah mencari pengganti pasangan calon bupati Ade Sugianto setelah didiskualifikasi MK karena telah menjabat dua periode, sehingga Pilkada Tasikmalaya 2024 harus dilakukan pemungutan suara ulang.

Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan untuk mendiskualifikasi Ade Sugianto sebagai calon bupati Tasikmalaya dalam Pilkada 2024. Keputusan ini diambil setelah MK memperhitungkan masa jabatan Ade Sugianto yang dinilai telah melebihi batas dua periode. Akibatnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai pengusung Ade Sugianto, kini tengah berupaya mencari pengganti pasangan calon untuk melanjutkan kontestasi Pilkada Tasikmalaya.
Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, menyatakan bahwa proses pencarian pengganti pasangan calon Ade Sugianto sedang dilakukan secara intensif. Koordinasi dilakukan di berbagai tingkatan, mulai dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga dengan partai politik pengusung lainnya. Proses ini diharapkan dapat berjalan cepat agar tidak mengganggu tahapan Pilkada Tasikmalaya selanjutnya.
Kemenangan Ade Sugianto dan Iip Miftahul Paoz dalam Pilkada Tasikmalaya sebelumnya, yang meraih 52 persen suara, kini menjadi catatan sejarah. Namun, putusan MK mengharuskan dilakukannya pemungutan suara ulang tanpa kehadiran Ade Sugianto sebagai calon. PKB berharap dapat segera menemukan pengganti yang tepat dan mampu melanjutkan perjuangan untuk memenangkan Pilkada Tasikmalaya.
Pencarian Pengganti Pasangan Calon Bupati
Jazilul Fawaid menekankan pentingnya segera menemukan pengganti pasangan calon Ade Sugianto. Ia berharap proses ini dapat berjalan lancar dan cepat, sehingga tidak menghambat tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan. Pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga soliditas koalisi partai pengusung dan memastikan Pilkada Tasikmalaya tetap berjalan sesuai aturan.
Proses koordinasi yang dilakukan DPP PKB melibatkan berbagai pihak, termasuk partai koalisi. Hal ini penting untuk memastikan calon pengganti yang diajukan memenuhi syarat dan memiliki dukungan yang cukup untuk memenangkan Pilkada. PKB berharap calon pengganti dapat melanjutkan visi dan misi yang telah dicanangkan sebelumnya.
Meskipun menghadapi tantangan, PKB optimistis dapat menemukan pengganti yang tepat. Partai ini memiliki pengalaman dalam menghadapi situasi politik yang dinamis dan berkomitmen untuk tetap berjuang demi kemajuan masyarakat Tasikmalaya.
Alasan Diskualifikasi Ade Sugianto
Hakim Konstitusi Guntur Hamzah menjelaskan alasan di balik diskualifikasi Ade Sugianto. MK menghitung masa jabatan Ade Sugianto sejak 5 September 2018 hingga 23 Maret 2021 sebagai satu periode. Perhitungan ini menunjukkan bahwa Ade Sugianto telah menjabat lebih dari dua setengah tahun, sehingga dianggap telah memenuhi satu periode kepemimpinan.
Dengan demikian, pencalonannya kembali dalam Pilkada Tasikmalaya 2024 dianggap melanggar aturan yang membatasi masa jabatan kepala daerah maksimal dua periode. Oleh karena itu, MK memutuskan untuk mendiskualifikasi Ade Sugianto dan memerintahkan pemungutan suara ulang.
Putusan MK ini bersifat final dan mengikat. KPU akan menjalankan putusan tersebut dengan melaksanakan pemungutan suara ulang. Proses ini akan melibatkan berbagai tahapan, mulai dari penentuan jadwal hingga penetapan calon baru.
Langkah Selanjutnya
Pemungutan suara ulang di Tasikmalaya menjadi langkah selanjutnya setelah diskualifikasi Ade Sugianto. PKB dan partai koalisi akan fokus pada proses penentuan calon pengganti dan mempersiapkan strategi untuk memenangkan Pilkada. Hal ini membutuhkan kerja keras dan koordinasi yang baik dari semua pihak.
Proses pencarian calon pengganti ini diharapkan dapat berjalan transparan dan demokratis. PKB berkomitmen untuk memilih calon yang terbaik dan mampu mewakili aspirasi masyarakat Tasikmalaya. Keberhasilan Pilkada Tasikmalaya mendatang sangat bergantung pada kerja sama dan kesiapan semua pihak.
Dengan adanya putusan MK ini, Pilkada Tasikmalaya akan kembali memasuki babak baru. Proses pemungutan suara ulang diharapkan dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang terbaik bagi masyarakat Tasikmalaya.