PMI DIY Imbau Donor Darah Selama Lebaran, Stok Darah Menipis Setelah Mudik
Palang Merah Indonesia DIY mengimbau masyarakat untuk mendonorkan darah selama Lebaran 2025 untuk mencegah kekurangan stok darah pasca-mudik Lebaran.

Lebaran 2025 telah tiba, dan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah menikmati momen silaturahmi bersama keluarga dan kerabat. Namun, di tengah kebahagiaan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) DIY mengingatkan akan pentingnya menjaga ketersediaan stok darah yang biasanya menipis setelah periode mudik Lebaran. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI DIY, Suryanto, pada Rabu, 2 April 2025, di Yogyakarta.
Suryanto menjelaskan bahwa meskipun stok darah selama bulan Ramadhan relatif cukup, namun penurunan drastis jumlah pendonor darah diperkirakan akan terjadi pada minggu kedua setelah Lebaran. Banyaknya masyarakat yang mudik dan fokus pada kegiatan silaturahmi menjadi penyebab utama. Sementara itu, permintaan darah di rumah sakit diperkirakan akan kembali normal. "Stok darah selama Ramadhan relatif cukup, namun biasanya setelah Lebaran minggu kedua jumlah pendonor darah menurun drastis karena banyak yang mudik atau masih fokus silaturahmi. Sementara itu permintaan darah sudah kembali normal," ujar Suryanto.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, PMI DIY mengajak masyarakat untuk tetap menyisihkan waktu berdonasi darah meskipun sedang sibuk bersilaturahmi. Layanan donor darah tetap beroperasi di lima Unit Donor Darah PMI kabupaten dan kota di seluruh DIY selama libur Lebaran. PMI berkomitmen untuk menjaga ketersediaan darah demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.
Imbauan Donor Darah dan Fasilitas yang Disediakan
PMI DIY membuka layanan donor darah selama 24 jam penuh, dengan jadwal donor darah mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Sebagai bentuk apresiasi, PMI DIY juga menyediakan berbagai fasilitas dan hadiah menarik bagi para pendonor. Di Kabupaten Sleman, misalnya, pendonor berkesempatan mendapatkan doorprize berupa handphone, cek kesehatan gratis, kursi pijat, serta paket refreshment.
Berbagai insentif juga diberikan di kabupaten/kota lain. PMI Kabupaten Bantul menyediakan hadiah berupa minyak goreng dan gula pasir. Sementara itu, PMI Kabupaten Gunungkidul memberikan paket sembako, dan PMI Kabupaten Kulon Progo menawarkan suvenir berupa payung, kaus, dan tumbler. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darah.
PMI DIY juga gencar melakukan sosialisasi melalui berbagai cara. Mereka aktif mengadakan donor darah malam hari di masjid, pagi hari di gereja, vihara, atau tempat ibadah lainnya. Selain itu, pesan melalui WhatsApp juga dikirimkan kepada para pendonor sukarela untuk mengingatkan mereka agar kembali mendonorkan darah.
Pemantauan Kebutuhan Darah dan Himbauan Partisipasi
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi terkini mengenai kebutuhan darah, PMI DIY menyediakan beberapa kanal informasi. Masyarakat dapat memantau kebutuhan darah melalui laman ayodonor.pmi.or.id, akun media sosial PMI DIY, serta aplikasi Ayodonor. Informasi ini sangat penting agar masyarakat dapat mengetahui di mana dan kapan dibutuhkan darah.
Suryanto berharap dengan berbagai inisiatif yang telah dilakukan, masyarakat akan terdorong untuk berpartisipasi dalam menjaga ketersediaan darah selama Lebaran. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkannya, terutama selama periode Lebaran di mana permintaan darah cenderung meningkat.
PMI DIY menekankan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap ketersediaan darah. Dengan berdonasi darah, masyarakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan masyarakat DIY. Mari bersama-sama menjaga ketersediaan stok darah selama Lebaran dan seterusnya.