Razia Lapas Gorontalo Temukan Ponsel dan Benda Terlarang, Bebas Narkoba
Lapas Gorontalo melakukan penggeledahan dan tes urine, menemukan barang terlarang namun nihil narkoba, menunjukkan komitmen keamanan dan ketertiban.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo, Provinsi Gorontalo, baru-baru ini menggelar razia besar-besaran di kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Razia yang dilakukan pada tanggal 26 Maret ini berhasil menemukan sejumlah barang terlarang, namun hasilnya menunjukkan kabar positif terkait peredaran narkoba di dalam Lapas.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Gorontalo, Sabaruddin, menjelaskan bahwa razia ini merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memberantas barang-barang terlarang seperti handphone, pungli, dan narkoba (halinar). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, terutama selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah. Razia ini juga melibatkan sinergi dengan aparat TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Kita meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah. Kegiatan ini bersinergi dengan aparat TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional," ujar Sabaruddin.
Barang Terlarang Ditemukan, Narkoba Nihil
Hasil penggeledahan menunjukkan ditemukannya sejumlah barang yang tidak diizinkan di dalam Lapas, seperti ponsel, tali, paku, dan sendok besi. Penemuan ini menjadi bukti perlunya pengawasan ketat di lingkungan Lapas. Namun, yang patut diapresiasi adalah tidak ditemukannya indikasi adanya narkoba dalam razia tersebut. Hal ini memberikan nilai positif bagi lingkungan hunian di Lapas Gorontalo.
"Namun, tidak ditemukan indikasi adanya narkoba dari hasil operasi tersebut, sehingga memberikan nilai positif bagi lingkungan hunian di Lapas Gorontalo. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan barang hasil razia kali ini," jelas Sabaruddin.
Setelah penggeledahan kamar, tim gabungan juga melakukan pemeriksaan urine terhadap 25 warga binaan yang dipilih secara acak. Hasilnya pun mengejutkan, seluruh warga binaan yang diuji dinyatakan negatif narkoba. Ini menjadi bukti nyata keberhasilan pengawasan dan pembinaan di Lapas Kelas IIA Gorontalo.
"Hasil dari pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh warga binaan yang diuji tidak menggunakan narkoba, dengan hasil tes urine mereka yang sepenuhnya negatif. Ini menjadi bukti nyata dari keberhasilan pengawasan dan pembinaan di Lapas Kelas IIA Gorontalo," tambah Sabaruddin.
Komitmen Pembinaan yang Aman dan Bermartabat
Razia ini juga dimaknai sebagai bentuk komitmen Lapas Kelas IIA Gorontalo dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan. Lapas Gorontalo berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang aman, bersih, dan bermartabat bagi seluruh warga binaan. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya berdampak positif pada keamanan dan ketertiban Lapas, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga binaan untuk lebih mematuhi aturan yang berlaku.
Sabaruddin berharap, "Kegiatan tersebut tidak hanya berdampak positif bagi keamanan dan ketertiban Lapas, tetapi juga memberikan edukasi bagi seluruh warga binaan untuk lebih mematuhi aturan yang berlaku."
Dengan hasil razia yang menunjukkan nihilnya peredaran narkoba dan komitmen Lapas Gorontalo dalam memberikan pembinaan yang baik, diharapkan dapat menciptakan lingkungan Lapas yang lebih kondusif dan aman bagi seluruh warga binaan. Keberhasilan ini juga menjadi contoh baik bagi Lapas lain di Indonesia dalam upaya menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih efektif dan humanis.