Regulasi Baru Ojol: Antara Kesejahteraan Driver dan Kenaikan Tarif
Tuntutan regulasi baru bagi pengemudi ojol di Indonesia memicu perdebatan antara kesejahteraan driver, potensi kenaikan tarif, dan keberlanjutan bisnis platform aplikasi.

Demo besar-besaran pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta baru-baru ini menyoroti isu krusial: regulasi yang adil di era gig economy. Mereka menuntut hak-hak pekerja, termasuk tunjangan hari raya (THR), mencerminkan tantangan kesejahteraan dalam sistem kerja fleksibel yang selama ini diterapkan.
Perubahan Status: Mitra Menjadi Pekerja?
Pemerintah menanggapi tuntutan ini dengan wacana perubahan status pengemudi ojol dari mitra menjadi pekerja. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan menegaskan komitmen Kemnaker untuk memperkuat payung hukum bagi pekerja angkutan daring. Perubahan ini akan berdampak signifikan, tidak hanya pada pengemudi, tetapi juga pada platform ride-hailing, konsumen, dan ekosistem transportasi secara keseluruhan.
Saat ini, berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016, pengemudi ojol sebagai mitra tidak memiliki hak atas THR, gaji tetap, atau perlindungan ketenagakerjaan seperti karyawan tetap. Namun, jika status mereka berubah menjadi pekerja, mereka akan berhak atas gaji tetap, tunjangan kesehatan, jaminan sosial tenaga kerja, cuti berbayar, dan perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.
Pengalaman Internasional: Pelajaran dari Spanyol dan Inggris
Indonesia dapat belajar dari pengalaman negara lain. Di Inggris, Mahkamah Agung pada Februari 2021 memutuskan Uber wajib memberikan hak-hak pekerja kepada pengemudinya. Di Spanyol, 'Rider Law' pada Mei 2021 juga memberikan perlindungan lebih besar bagi pekerja gig economy. Kedua kasus ini menunjukkan tren global menuju perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja sektor ini.
Namun, perubahan status ini juga berdampak pada biaya operasional platform. Laporan dari Financial Times menyebutkan kenaikan tarif ride-hailing di Spanyol hingga 15-20 persen setelah implementasi Rider Law. The Guardian juga melaporkan kenaikan harga perjalanan Uber di Inggris sekitar 10 persen setelah pengakuan hak-hak pekerja.
Dampak Kenaikan Tarif dan Strategi Adaptasi
Kenaikan tarif di Indonesia pun diprediksi akan terjadi. Namun, ini bukan berarti kehilangan pasar. Platform dapat menerapkan strategi segmentasi tarif berdasarkan waktu dan lokasi, mirip model dinamis Uber, untuk tetap kompetitif. Peningkatan tarif juga bisa diinvestasikan untuk meningkatkan kualitas layanan dan menarik segmen konsumen yang lebih luas.
Dari sisi pengemudi, perubahan status memberikan jaminan finansial dan meningkatkan posisi tawar mereka. Mereka akan terlindungi dari praktik-praktik tidak transparan seperti sistem suspend yang seringkali dikeluhkan. Regulasi ini juga berpotensi membuka peluang pelatihan keterampilan tambahan untuk meningkatkan mobilitas ekonomi mereka.
Tantangan bagi Perusahaan Aplikasi dan Pengawasan Pemerintah
Perusahaan aplikasi menghadapi tantangan menjaga efisiensi dan profitabilitas dengan meningkatnya biaya tenaga kerja. Diversifikasi layanan, seperti yang dilakukan Gojek dan Grab, dapat menjadi solusi. Namun, perlu diingat bahwa peningkatan biaya operasional yang signifikan dapat memaksa beberapa perusahaan untuk menghentikan layanan mereka, seperti yang terjadi di beberapa negara.
Pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan terhadap implementasi aturan ketenagakerjaan di sektor gig economy untuk mencegah perusahaan mencari celah hukum. Kasus Proposition 22 di California, Amerika Serikat, menjadi contoh perlunya antisipasi terhadap upaya perusahaan menghindari kewajiban tambahan.
Menuju Ekosistem Transportasi yang Lebih Berkeadilan
Regulasi yang tepat dapat menciptakan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan dan adil di Indonesia. Pengemudi akan mendapatkan kepastian ekonomi, konsumen tetap mendapatkan layanan berkualitas, dan perusahaan dapat beradaptasi dengan model bisnis yang lebih berkelanjutan. Mencari jalan tengah yang adil dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan transformasi ini.