Revitalisasi Lahan Pertanian Terdampak Rob di Pekalongan: Menuju Swasembada Pangan
Pemkot Pekalongan revitalisasi lahan pertanian seluas 1,5 hektare di Kelurahan Degayu yang terdampak rob, menanam padi biosalin sebagai langkah menuju swasembada pangan.

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengambil langkah konkrit untuk mengatasi permasalahan lahan pertanian yang terdampak rob. Upaya revitalisasi lahan pertanian seluas 1,5 hektare di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, dimulai dengan penanaman padi biosalin sebagai langkah awal. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang mengalami permasalahan serupa dan berkontribusi pada peningkatan swasembada pangan di Kota Pekalongan.
Proses revitalisasi lahan yang telah terbengkalai selama empat tahun ini diawali dengan pengolahan lahan intensif selama 1,5 bulan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesuburan tanah kembali pulih dan siap untuk ditanami. Kegiatan ini ditandai dengan penanaman perdana padi biosalin yang diharapkan dapat memberikan hasil panen yang optimal.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada areal uji coba seluas 1,5 hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Degayu Tiga. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada harapan agar program ini dapat menjadi contoh bagi petani lain di wilayah Degayu yang terdampak rob.
Revitalisasi Lahan Pertanian: Harapan Baru bagi Petani Degayu
Revitalisasi lahan pertanian di Kelurahan Degayu memiliki tujuan mulia, yaitu mengembalikan kejayaan Degayu sebagai lumbung pangan di Kota Pekalongan. Sebelum terdampak rob, daerah ini dikenal sebagai penghasil padi yang melimpah. Dengan adanya revitalisasi ini, diharapkan lahan-lahan yang sempat kering akibat rob dapat kembali produktif.
Lili Sulistyawati menambahkan bahwa program ini mendapat sambutan positif dari para petani. Mereka optimistis bahwa dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang memadai, lahan pertanian dapat dikelola secara optimal. Hal ini tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani.
Program revitalisasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan kembali produktifnya lahan pertanian, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah dan meningkatkan ketahanan pangan Kota Pekalongan.
Dukungan Teknologi dan Pendampingan untuk Petani
Suksesnya program revitalisasi lahan pertanian ini tidak terlepas dari peran teknologi dan pendampingan yang diberikan kepada para petani. Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para petani, termasuk penyediaan bibit unggul, pupuk, dan pelatihan pertanian modern.
Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan para petani dapat mengoptimalkan potensi lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas. Teknologi pertanian modern yang diterapkan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses budidaya padi.
Pendampingan yang intensif juga akan diberikan kepada para petani agar mereka dapat menerapkan teknologi dan pengetahuan pertanian yang tepat. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan program revitalisasi lahan pertanian ini.
Dampak Positif Revitalisasi Terhadap Ekonomi Masyarakat
Revitalisasi lahan pertanian di Kelurahan Degayu tidak hanya berdampak positif pada sektor pertanian, tetapi juga pada perekonomian masyarakat sekitar. Dengan kembali produktifnya lahan pertanian, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Para petani dapat kembali mengelola lahan pertanian mereka dan menghasilkan produk pertanian yang dapat dipasarkan. Hal ini akan meningkatkan pendapatan mereka dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Selain itu, revitalisasi lahan pertanian juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Dengan adanya aktivitas pertanian yang kembali berjalan, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi lainnya, seperti perdagangan dan jasa.
Program revitalisasi lahan pertanian terdampak rob di Kota Pekalongan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan swasembada pangan. Dengan dukungan teknologi, pendampingan, dan kerja keras para petani, diharapkan program ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Kota Pekalongan.